0
News
    Home Featured Margono Djojohadikusumo Prabowo Subianto Spesial

    Profil Margono Djojohadikusumo, Kakek Prabowo Subianto yang Bukan Orang Biasa

    15 min read

     

    Profil Margono Djojohadikusumo, Kakek Prabowo Subianto yang Bukan Orang Biasa

    Rabu, 29 April 2026 - 08:00 WIB


    Margono Djojohadikusumo bersama cucu-cucunya, Prabowo (kanan atas) (Foto: Wikipedia)

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    + Gabung

    KecilBesar

    Margono Djojohadikusumo adalah salah satu tokoh penting di balik berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI), sekaligus ekonom yang berkontribusi dalam pembangunan awal perekonomian Indonesia.

    Selain itu, Margono Djojohadikusumo juga dikenal sebagai kakek dari Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.

    Biodata Margono Djojohadikusumo

    • Nama lengkap: Margono Djojohadikoesoemo
    • Tempat, tanggal lahir: Banyumas, 16 Mei 1894
    • Tempat, tanggal wafat: Jakarta, 25 Juli 1978
    • Orang tua: Raden Tumenggung Mangkuprodjo
    • Pasangan: Siti Katoemi Wirodihardjo
    • Anak-anak: 5
    • Cucu: Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Bianti Djiwandono, Maryani Djojohadikusumo
    • Pendidikan: Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren
    • Pekerjaan: Pendiri BNI, Ekonom

    Margono Djojohadikusumo lahir di Banyumas pada 16 Mei 1894. Ia merupakan cicit dari Raden Tumenggung Banyak Lebar atau Panglima Banyakwide, seorang pengabdi setia Pangeran Diponegoro.

    Mengikuti silsilah keluarga, Margono bisa disebut sebagai seorang bangsawan yang beruntung bisa mengenyam pendidikan hingga ke jenjang tinggi.

    Pada 1900, Margono menempuh pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS) dan lulus pada 1907. 

    Ia kemudian melanjutkan studi di Klein Ambtenaar sekolah pengawai negeri atau Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Magelang, selama 4 tahun.

    Margono menikah dengan Siti Katoemi Wirodihardjo pada 1915. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai lima orang nak, yaitu Soemitro, Soekartini, Miniati, Subianto, dan Sujono.

    Namun, Subianto dan Sujono termasuk salah satu orang yang gugur dalam pertempuran Lengkong bersama Daan Mogot.

    Sementara Soemitro, selaku ekonomi yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Keuangan Orde Lama, merupakan ayah dari Prabowo Subianto.

    Kisah Margono Djojohadikusumo

    Pada 1912, Margono Djojohadikusumo mengawali perjalanan karier sebagai juru tulis di kantor kejaksaan yang berlokasi di Cilacap.

    Sembari bekerja, ia menyempatkan diri untuk mengikuti pelatihan sebagai pejabat Volkscredietwezen atau pegawai dinas.

    Berkat pelatihan tersebut, Margono dipromosikan sebagai pegawai dinas di Madiun dan beberapa kota besar lainnya seperti Malang dan Jakarta.

    Kinerja Margono yang sangat memuaskan membuatnya mendapat kesempatan untuk pergi ke Belanda sebagai perwakilan dari Indonesia oleh Kementerian Urusan Jajahan.

    Selama bekerja di sana, Margono belajar banyak hal tentang pemerintahan Hindia Belanda.

    Setelah menyelesaikan tugasnya, Margono kembali ke Indonesia dan bekerja di Departemen Urusan Ekonomi hingga Jepang menduduki Indonesia pada 1942.

    Pada 1945, setelah Indonesia Merdeka, Margono mendapat mandat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung atau DPA yang tugasnya memberikan nasihat strategis kepada presiden dan wakil presiden.

    Di sinilah, Margono turut berkontribusi dalam penyelesaian masalah ekonomi negara dengan membentuk Bank Negara Indonesia (BNI) yang berfungsi sebagai bank sirkulasi.

    Sebagai sosok yang mencetuskan ide tersebut, membuat Margono ditunjuk sebagai Direktur Utama BNI.

    Selain mendirikan BNI, ia juga menjadi perwakilan diplomasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar atau KMB.

    000

    0 suka

    0 bookmark

    Google

    Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

    Tambahkan Sekarang

    Topik

    Share

    BERITA TERKAIT

    BERITA TERKINI

    • Penandatanganan MoU oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto (kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah), disaksikan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria (kanan) di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (28/4). (Dok. PLN)


    • Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan, Fadia Arafiq usai menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Foto: Antara)


    • Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah ke mobil ambulans saat proses penyerahan jenazah korban kecelakaan kereta api di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Foto: Antara Foto/Salma Talita/bay/wsj).


    • Berdoa saat pindah rumah baru. (Foto: Freepik)


    • Ilustrasi kereta api di Stasiun Bekasi Timur. (Dokumentasi: Inilah.com/ Wahyu Praditya)


    Komentar
    Additional JS