0
News
    Home Berita Featured Kasus Lintas Peristiwa Spesial

    Pengamat Transportasi Soroti Rendahnya Disiplin Pengemudi di Perlintasan Sebidang - Kabar Manado

    6 min read

     

    Pengamat Transportasi Soroti Rendahnya Disiplin Pengemudi di Perlintasan Sebidang

    Rina Maharani

    Komalasari (50) warga Kampung Babakan Loa, yang sehari-hari menjaga palang pintu kereta sebidang di Kawasan perbatasan Desa Cileunyi Wetan dan Rancaekek Wetan, Rabu (29/4/2026).(KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah)

    Smallest Font

    Largest Font

    Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan disiplin pengemudi saat melewati perlintasan sebidang kereta api guna mencegah kecelakaan fatal pada Rabu (29/4/2026). Peringatan ini muncul menyusul sejumlah insiden tabrakan kereta dengan kendaraan umum di Bekasi beberapa waktu lalu.

    Kecelakaan di titik temu jalan raya dan rel kereta api tersebut dinilai sebagai bagian dari kecelakaan lalu lintas jalan secara umum. Dilansir dari Otomotif, ketiadaan palang pintu di banyak titik perlintasan Indonesia membuat keselamatan pengguna jalan sepenuhnya bergantung pada kesadaran pribadi.

    "Kalau di perlintasan itu, kecelakaannya kecelakaan di jalan, bukan kereta api," ujar Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi kepada Kompas.com, Rabu (29/4/2026). Ia menambahkan bahwa banyak titik perlintasan yang belum memiliki sistem pengamanan aktif maupun petugas penjaga.

    Data nasional menunjukkan tingkat risiko kematian di jalan raya masih sangat tinggi, dengan angka rata-rata mencapai 70 hingga 80 orang meninggal dunia setiap hari. Kondisi infrastruktur yang terbatas sering kali diperparah oleh perilaku buruk pengemudi yang berhenti di atas rel saat terjadi antrean kendaraan.

    Istilah "arisan nyawa" digunakan untuk menggambarkan bahaya laten di perlintasan sebidang akibat kombinasi rendahnya fasilitas keamanan dan kelalaian manusia. Tanpa adanya ruang kosong yang cukup di depan, kendaraan yang terjebak di tengah rel berpotensi besar tertabrak saat kereta melintas secara tiba-tiba.

    Prinsip keselamatan mendasar mewajibkan pengemudi untuk memastikan jalur benar-benar aman dan memperhatikan tanda-tanda alamiah seperti getaran rel atau bunyi klakson lokomotif. Kedisiplinan untuk tidak menerobos area rel saat ruang keluar belum tersedia menjadi faktor penentu keselamatan yang paling krusial.

    Hingga saat ini, perlintasan tanpa penjagaan tetap menjadi titik rawan utama yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan pengguna jalan. Upaya menekan angka puluhan ribu korban jiwa per tahun akibat kecelakaan lalu lintas terus dilakukan melalui edukasi perilaku berkendara yang bijak.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS