Stok Beras Bulog Bakal Cetak Rekor 5 Juta Ton, Pemerintah Jajaki Pasar Ekspor - IDX Channel
Stok Beras Bulog Bakal Cetak Rekor 5 Juta Ton, Pemerintah Jajaki Pasar Ekspor
IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat capaian bersejarah dalam ketahanan pangan nasional. Stok beras yang dikelola oleh Perum Bulog diproyeksi bakal menembus 5 juta ton pada pekan ini, menjadi rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh Indonesia.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian, mengungkapkan bahwa saat ini terjadi lonjakan signifikan pada ketersediaan beras di gudang-gudang Bulog.

Saking melimpahnya stok, pemerintah kini mulai memikirkan strategi untuk menyalurkan kelebihan pasokan tersebut ke pasar internasional.
"Ada peningkatan 4,7 juta stok beras Bulog. Jadi dua hari lagi, kemungkinan atau hari Kamis ya, kita akan semacam syukuran 5 juta ton stok kita. Mudah-mudahan perkiraan kami itu akan terjadi pada sekitar hari Kamis," ujar Sam Herodian dalam media briefing di Auditorium BAKOM di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Sam menambahkan persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini bukan lagi mengenai kekurangan pasokan, melainkan kapasitas penyimpanan yang mulai terbatas akibat produksi yang masif.
"Justru kalau sekarang bukan masalah ukuran pangan. Justru kita lebih kesulitan bagaimana menyimpan beras kita, makanya sekarang mencari pasar keluar (ekspor)," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, ketahanan pangan Indonesia berada pada posisi yang sangat kokoh.
Amran menyebutkan bahwa angka 4,9 juta ton yang saat ini telah dikantongi merupakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Peningkatan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan periode puncak El Nino sebelumnya.
Data Bapanas menunjukkan stok CBP saat ini melejit hingga 221,7 persen dibandingkan September 2023 yang kala itu hanya berada di angka 1,52 juta ton. Penguatan stok ini merupakan langkah preventif pemerintah dalam menghadapi ancaman anomali cuaca.
"El Nino kita sudah hitung. El Nino sekarang ada Godzilla, itu (kemungkinan) 6 bulan. Kita sudah pengalaman, sudah dua kali El Nino. (Tahun) 2015, 2023, 2024. (Sekarang) kita sudah siapkan lebih awal. Jadi Insyaallah aman," kata Amran.
(NIA DEVIYANA)