0
News
    Home Berita Featured Spesial

    Tambah Amunisi, Tim Komunikasi Pemerintah Masih Meragukan - Nasional - Bloomberg

    1 min read

     

    Tambah Amunisi, Tim Komunikasi Pemerintah Masih Meragukan - Nasional

    Muhammad Qodari, Hasan Nasbi, Prasetyo Hadi, Teddy Indra Wijaya dan Angga Raka Prabowo (Diolah berbagai sumber)

    Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah pengamat menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, khususnya tim komunikasi. Presiden menambah tim juru bicaranya dengan mengangkat Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom), dan memanggil Hasan Hasbi sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang Komunikasi.

    Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Lili Romli menilai, pemerintahan Prabowo memang memiliki masalah dalam membangun komunikasi publik. Selama ini, sejumlah pejabat yang mengampu tugas menjadi perpanjangan lidah pemerintah ke masyarakat masih belum efektif.

    "Dengan adanya bongkar pasang tersebut menunjukkan ada problem dalam membangun komunikasi publik. Dan memang, salah satu problem pemerintah adalah masalah komunikasi publik yang buruk," kata Lili dikutip, Selasa (28/04/2026).

    Namun, menurut dia, keputusan Prabowo untuk menempatkan orang-orang lama dalam kabinetnya ke posisi tim komunikasi masih menimbulkan keraguan. Dia menilai, nama-nama yang dipilih sebenarnya memiliki catatan buruk dalam menjalankan tugas sebagai juru bicara pemerintah.

    "Problem sekarang, apakah pejabat yang diangkat sekarang akan mampu membangun komunikasi publik yang baik tersebut? Mengingat mereka kan pernah sebagai jubir pemerintah, tapi gagal," ujar Lili Romli.

    Komentar
    Additional JS