0
News
    Home Akpol Berita Featured Spesial

    Terungkap! 4 Peserta Akpol 2025 Pakai Joki Saat Ujian - Beritasatu

    2 min read

     

    Terungkap! 4 Peserta Akpol 2025 Pakai Joki Saat Ujian


    Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri mengungkap temuan serius dalam pelaksanaan pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) 2025. Pelaksana Tugas (Plt) Kalemdiklat Polri, Irjen Pol Andi, menyebut terdapat empat peserta yang kedapatan menggunakan joki saat proses ujian berlangsung. (Beritasatu.com/Ilham Oktafian)

    Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri mengungkap temuan serius dalam pelaksanaan pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) 2025. Pelaksana Tugas (Plt) Kalemdiklat Polri, Irjen Pol Andi, menyebut terdapat empat peserta yang kedapatan menggunakan joki saat proses ujian berlangsung. 

    Temuan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). “Di STIK, 57 peserta kami berikan sanksi turun nilai mental karena mengubah nilai ujian. Selain itu, empat peserta terindikasi narkoba dan empat peserta menggunakan joki dalam proses ujian,” ujarnya.

    Selain praktik kecurangan dan pelanggaran terkait narkoba, Lemdiklat Polri juga mencatat sejumlah kasus kesehatan serius selama pendidikan berlangsung.

    Andi menjelaskan, terdapat satu peserta didik yang meninggal dunia dalam pendidikan Akpol, serta satu taruna lainnya meninggal akibat strok. Selain itu, dua peserta Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) dan satu peserta Pusat Pendidikan (Pusdik) Sabhara juga meninggal karena serangan jantung.

    Tak hanya itu, di Pusdik Brimob, satu personel terpaksa dikeluarkan karena masalah asam lambung. Sementara pada penugasan di Papua, satu personel lainnya mengalami radang paru-paru dan infeksi HIV.

    Menurut Andi, berbagai temuan tersebut menjadi bahan evaluasi besar bagi penyelenggaraan pendidikan Akpol ke depan, khususnya untuk 2026. Ia menegaskan, pengawasan akan diperketat, terutama dalam aspek kesehatan peserta maupun saat proses seleksi dan pendidikan berlangsung. 

    “Ini adalah evaluasi besar bagi pengawasan kesehatan dalam proses seleksi,” tegasnya.


    Komentar
    Additional JS