0
News
    Home Berita Featured Kasus Papua Tengah Spesial TNI

    TNI Nyatakan Tak Terlibat Penembakan Anak di Jigiunggi, Papua Tengah - Kompas

    3 min read

     

    TNI Nyatakan Tak Terlibat Penembakan Anak di Jigiunggi, Papua Tengah

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan personel TNI tidak terlibat penembakan yang menewaskan seorang anak di Kampung Jigiunggi, Papua Tengah.

    "Tidak ada aktivitas prajurit TNI Kampung Jigiunggi, saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut," kata Wirya dalam siaran pers resmi Koops Habema, dilansir ANTARA, Senin (20/4/2026).

    Baca juga: Menteri HAM: 15 Orang Tewas dalam Serangan di Puncak Papua

    Pernyataan tersebut menampik kabar yang menyebut bahwa seorang anak menjadi korban akibat kontak senjata yang terjadi antara TNI dengan OPM.

    Menurut Wirya, terjadi dua peristiwa penembakan yang berbeda di hari yang sama yakni Selasa (14/4).

    Penembakan Jamuan Malam, Trump: Pelaku Tidak Terkait dengan Iran!

    "Pertama terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Papua, di mana berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut," kata siaran pers resmi tersebut.

    Baca juga: Komnas HAM Sebut 12 Warga Sipil Tewas dalam Konflik di Puncak Papua

    Wira melanjutkan, aparat pun langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

    Saat aparat datang ke lokasi, aparat menerima serangan tembakan dari kelompok OPM. Alhasil baku tembak pun terjadi.

    Tercatat ada empat anggota OPM yang tewas dalam baku tembak tersebut.

    Setelah itu, aparat menyita beberapa barang bukti milik para pelaku penembakan.

    "Aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, satu selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau," ujar dia.

    Di hari yang sama, aparat TNI menerima laporan dari kepala kampung Venius Walia yang mengatakan satu warganya yang masih anak-anak tewas karena terkena tembakan.

    "TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian," kata dia.

    Dengan demikian, Wira menegaskan bahwa peristiwa penembakan itu tidak melibatkan anggota TNI.

    Wirya memastikan proses pemeriksaan temuan tersebut akan dilakukan secara transparan demi tegaknya keadilan.

    "TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Kecaman hingga Dukungan, Ini Reaksi Dunia Usai Penembakan di Jamuan Makan Malam Trump

    Komentar
    Additional JS