Wacana Pengalihan Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Kertajati, Pengelola BIJB: Kami Siap - Kompas
MAJALENGKA, KOMPAS.com - Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda menyambut dengan antusias wacana pengalihan sebagian alokasi penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Wacana ini muncul sebagai salah satu opsi revitalisasi yang bakal dilakukan pada Bandara kebanggaan warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat tersebut.
“Kalau untuk fasilitas insya Allah karena buat haji saja kita siap, termasuk nanti setelah musim haji selesai, kita juga akan menerbangkan pemberangkatan umrah reguler dari Kertajati. Dan insya Allah selanjutnya untuk penerbangan lainnya juga kami siap,” kata Nuril saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: 17.700 Jemaah Haji Jabar Akan Berangkat dari Asrama Haji Indramayu, Terbang via Bandara Kertajati
Di momen Haji 2026 ini, Bandara Kertajati dipercaya memberangkatkan 40 kloter dengan total 17.700 jemaah asal Jawa Barat.
Jumlah ini melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 24 kloter.
Adanya penambahan jumlah kloter ini diketahui seiring dengan progres pembangunan Asrama Haji di Indramayu.
Baca juga: Rencana Pembangunan Underpass Kebon Pedes: Begini Strategi Warga Hadapi Kemacetan
Menurut Nuril, saat Asrama Haji rampung 100 persen, bukan tidak mungkin semua jemaah haji Jawa Barat bisa dialihkan seluruh penerbangannya lewat Bandara Kertajati, Kecuali Bekasi dan Bogor.
Dilanjut setelah momen haji selesai, Bandara Kertajati juga bakal menjadi pusat pemberangkatan jemaah umrah reguler di Jawa Barat.
“Jadi intinya sih segala upaya yang ada coba kita maksimalkan kan ya untuk bisa meramaikan Bandara Kertajati,” ujar dia.
Baca juga: Wacana Tukar Guling Bandara Kertajati Jadi Pusat Pertahanan, Pengelola: Kewenangan Pemprov Jabar
Adapun terkait wacana pengalihan sebagian alokasi penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Nuril turut memberikan satu catatan penting.
Ia meminta pemerintah pusat untuk mengkaji secara matang pola pengalihan tersebut.
Harapannya, kejadian seperti pengalihan rute penerbangan dari Bandung ke Kertajati sebelumnya tidak terulang.
Baca juga: Plafon Terminal 3 Soetta Jebol karena Hujan, Komisi VI Bakal Panggil-Evaluasi InJourney
Realita di lapangan, lanjut Nuril, upaya sebelumnya itu belum mampu membuat Bandara Kertajati menjadi ramai.
“Nah itu kan pola-pola itu harus diperhatikan ya, jadi jangan sampai terulang intinya. Seperti penataan sebelumnya dari Bandung ke Kertajati tapi malah membuat demand-nya berkurang, penumpang malah ke bandara lain, intinya begitu,” kata Nuril.
Wacana pengalihan sebagian alokasi penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati ini sebelumnya muncul sebagai salah satu opsi revitalisasi bandara yang masuk ke Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Baca juga: Kepastian Tukar Guling Bandara Kertajati, Dedi Mulyadi Angkat Bicara
Wacana ini disampaikan langsung oleh Deputi Geoekonomi DPN, Yayat Ruyat dalam rapat koordinasi terkait revitalisasi BIJB di Hotel Metland Kertajati, Majalengka, Selasa (7/4/2026).
Yayat Ruyat mengungkapkan, dalam upaya penyerapan aspirasi yang telah dilakukan, salah satu masukan yang paling banyak disampaikan adalah soal mengalihkan sebagian penerbangan Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati karena dinilai sudah semakin overload.
"Opsi (revitalisasi) sudah ada, tapi saya kira yang paling terdekat dimungkinkan adalah bagaimana memberikan alokasi penerbangan yang ada di Bandara Cengkareng, Soekarno-Hatta yang sudah overload, untuk bisa sebagian dialihkan atau diberikan opsi penerbangan di sini. Itu yang saya kira paling banyak masukan yang diterima oleh kami seperti itu. Tapi Itu bagian dari yang kami akan pelajari lebih lanjut," kata Yayat kepada wartawan.
Baca juga: Menhaj Pastikan Pemberangkatan Jemaah Haji Mulai Bertahap 22 April 2026
Meski begitu, Yayat menegaskan bahwa DPN saat ini masih berada pada tahap menyerap informasi dan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian, hingga pihak terkait lainnya.
Beragam usulan yang masuk itu akan dikaji secara komprehensif terlebih dahulu, sebelum nantinya diserahkan sebagai rekomendasi resmi kepada pimpinan, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
"Kami menyerap informasi dan aspirasi untuk analisis lebih lanjut, dan kami sampaikan rekomendasi kepada pimpinan, dalam hal ini Ketua Harian Menteri Pertahanan dan Ketua DPN, Bapak Presiden," ujarnya.
Baca juga: Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Rampung 10 April 2026
Terkait waktu realisasi revitalisasi tersebut, Yayat belum bisa memastikan, tapi ia berharap revitalisasi bisa segera dilaksanakan secepat mungkin.
Di sisi lain, terkait anggaran revitalisasi, Yayat menyebut, hingga saat ini masih dalam pembahasan di tingkat pusat.
"Itu bagian dari pembahasan di Jakarta, tapi saya kira tanpa anggaran pun, dengan koordinasi bisa berjalan," ucapnya.
Baca juga: Sopir Taksi Online Jakarta Jadi Korban Begal di Kertajati Majalengka, Leher Disayat Pakai Cutter
Di sisi lain, kabar akan adanya revitalisasi ini menjadi angin segar bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Bupati Majalengka, Eman Suherman menaruh harapan besar agar bandara kebanggaan warganya itu bisa beroperasi secara maksimal setiap hari.
Menurut Eman, optimalisasi Kertajati akan membawa efek domino yang luar biasa bagi perekonomian daerah, termasuk menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di Majalengka.
Baca juga: Legislator Pertanyakan Sumber Dana Jika Ongkos Haji 2026 Naik
"Bagi saya, semua ikhtiar yang hari ini digagas DPN semoga terwujud agar BIJB bisa operasional maksimal. Sehingga angan-angan masyarakat Majalengka melihat pesawat beterbangan bisa terwujud," ucap Eman.
Adapun terkait keputusan revitalisasi yang bakal dilakukan, Pemkab Majalengka menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemerintah pusat.
“Nanti dibahas di pusat, kita sifatnya menunggu apa yang nantinya direkomendasikan," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang