0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Spesial

    Ahmad Mursidi, Kini Staf Ahli Usai Kasus Tabrakan dengan Selang Oksigen di Hidung - Liputan6

    93 min read

     

    Ahmad Mursidi, Kini Staf Ahli Usai Kasus Tabrakan dengan Selang Oksigen di Hidung

    Ahmad Mursidi yang berstatus tersangka kasus kecelakaan maut kini resmi dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Pandeglang.

    Yandhi Deslatama

    Diterbitkan: 



    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kabupaten Pandeglang Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan siswa Sekolah Dasar Negeri (SD) 5 Sukaratu, Kecamatan Majasari. (Liputan6.com/ Dok Ist)
    Jadi Intinya

      Liputan6.com, Jakarta - Langkah Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menuai sorotan tajam. Pasalnya, salah satu pejabat yang dilantik, Ahmad Mursidi (58), kini tengah menyandang status tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang siswa Sekolah Dasar (SD).

      Ahmad Mursidi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang. Ia kini resmi menempati jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Selasa (26/5/2026).

      Keputusan tersebut memicu kontroversi lantaran dilakukan di tengah proses hukum yang masih berjalan di Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang. Satlantas Polres Pandeglang sebelumnya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Pandeglang terkait kecelakaan maut yang terjadi pada 30 April 2026 sekitar pukul 09.30 WIB.

      Peristiwa yang menjerat Ahmad Mursidi terjadi di Jalan Raya Pandeglang–Labuan. Saat kejadian, ia mengemudikan mobil seorang diri dengan selang oksigen menempel di hidung, mengenakan kaos dan celana pendek, dan menabrak kerumunan anak sekolah dasar.

      Dalam insiden tersebut, total sembilan orang menjadi korban. Satu di antaranya meninggal dunia, yakni siswa kelas 4 SDN 5 Sukaratu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sementara itu, korban lainnya terdiri dari tujuh pelajar kelas 4 hingga kelas 6, serta dua orang dewasa yang masing-masing berprofesi sebagai pedagang dan seorang sales.

      Adapun dalam sambutannya saat pelantikan, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan bahwa rotasi pejabat dilakukan untuk mempercepat ritme kerja pemerintahan.

      “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak. Tantangan ke depan membutuhkan inovasi dan kreativitas,” ujar Dewi Setiani dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

      Ia juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik terus berinovasi dan bekerja cepat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pandeglang.

      “Kalau ada cara baru yang lebih cepat, lebih baik, lebih tertib, dan sesuai regulasi, lakukan. Jangan terjebak dalam rutinitas kerja,” jelasnya.

       

      Kronologi Kecelakaan

      Korban yg ditabrak Kadis DPMPTSP Pandeglang mendapat perawatan medis di RSUD Berkah Pandeglang
      Korban yg ditabrak Kadis DPMPTSP Pandeglang mendapat perawatan medis di RSUD Berkah Pandeglang. (istimewa)

      Sebuah mobil Innova hitam yang diduga dikendarai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kabupaten Pandeglang Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan siswa Sekolah Dasar Negeri (SD) 5 Sukaratu, Kecamatan Majasari.

      Dari kejadian tersebut, satu pelajar meninggal dunia, kemudian 6 siswa serta dua masyarakat terluka dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.

      "Sampai saat ini untuk korban meninggal dunia ada 1, kemudian 6 orang dirawat di RS. Pekerjaannya PNS. Pedagang dan sales yang masih di rawat," ujar Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, Kamis (30/04/2026).

      Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Innova hitam dengan plat nomor A 1633 BF yang dikendarai Ahmad Mursidi melaju dari Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

      Kemudian didepan SDN 5 Sukaratu, mobil tersebut menabrak kerumunan siswa yang sedang jajan dipinggir jalan.

      "Pengemudi masih kita mintai keterangan oleh Satlantas Polres Pandeglang, kita masih mengumpulkan keterangan saksi dan lain-lain," terangnya.

      Di sejumlah akun media sosial (medsos), terdapat unggahan gambar kondisi Ahmad Mursidi duduk di kursi mobil dengan mengenakan selang oksigen.

      Dia duduk mengenakan kaos berwarna abu-abu dan celana pendek berwarna cokelat, badannya juga terlihat kurus. Polisi akan memastikan kondisi kesehatan Ahmad Mursidi.

      "Untuk sakit belum bisa simpulkan, masih kita dalam lebih lanjut," jelasnya.

      Lanjut Baca:Prabowo akan Pimpin Upacara Hari Pancasila, Megawati Hadir

      Rekomendasi

      Berita Terbaru

      Selengkapnya
      Komentar
      Additional JS