Bayar hingga Rp 300 Juta, 13 WNI Gagal Berangkat Haji dari Bali - Kompas
Bayar hingga Rp 300 Juta, 13 WNI Gagal Berangkat Haji dari Bali
BADUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) gagal berangkat haji dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah dicegah petugas imigrasi dan polisi.
Rombongan itu diduga akan berhaji menggunakan jalur tidak resmi atau ilegal.
Kasat Reskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKP R Ritonga mengatakan, para calon jemaah tersebut telah membayar biaya antara Rp 250 juta hingga Rp 300 juta per orang. Uang itu disetor kepada pihak yang menawarkan paket haji.
“Petugas melakukan pencegahan keberangkatan dan pendalaman terhadap 13 orang calon jemaah haji yang diduga akan melaksanakan ibadah haji secara nonprosedural,” ujar Ritonga, Senin (25/5/2026).
Puncak Ibadah Haji 2026, PPIH Buka Pos Bantuan untuk Jemaah Terpisah
Baca juga: 13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Berangkat dari Bali, Bayar Biaya Rp 300 Juta Per Orang
Kepada polisi, para calon jemaah mengaku diarahkan berkumpul di Bali sebelum diberangkatkan ke Malaysia dan selanjutnya menuju Arab Saudi.
Sejumlah calon jemaah juga mengaku sebelumnya pernah melaksanakan umrah menggunakan visa kerja.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Asal Jambi Wafat di Makkah, Riwayat Penyakit Perberat Kondisi
Mereka kemudian diarahkan membuat iqama atau izin tinggal Arab Saudi yang disebut akan digunakan untuk ibadah haji.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 13 paspor Republik Indonesia, dua bukti pemesanan tiket Malaysia Airlines, serta 12 dokumen foto iqama Arab Saudi.
Adapun 13 calon jemaah yang diperiksa berinisial R, Mj, S, H, AR, ARd, O, AH, Mu, HK, NM, MS, dan N.
Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Sidoarjo, Denpasar, Kulon Progo, hingga Makassar.
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Ipda I Gede Suka Artana mengatakan, seluruh calon jemaah tersebut telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
“Terhadap pihak yang diduga sebagai penyelenggara maupun pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran oleh petugas,” kata Suka Artana.
Sebelumnya, petugas Imigrasi menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan pemeriksaan keimigrasian pada Jumat (22/5/2026) malam.
Para penumpang tidak dapat menunjukkan visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan mereka.
Petugas juga menemukan percakapan dalam grup WhatsApp bernama “Hebat Haji 2026” yang diduga berkaitan dengan rencana keberangkatan haji melalui Dubai.
Dari hasil pemeriksaan awal, rombongan tersebut diduga akan melanjutkan perjalanan dari Malaysia menuju Arab Saudi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
[DIARY MBAK PHY] Detik-detik Menjelang Wukuf: Persiapan Tenda dan Merasakan Malam di Arafah