Blak-blakan Kalapas Blitar Baru Sehari Jabat Bongkar Skandal Sel Sultan - det8k
Blak-blakan Kalapas Blitar Baru Sehari Jabat Bongkar Skandal Sel Sultan
Blitar -
Kasus pungutan liar (pungli) modus menawarkan kamar sel ke narapidana tengah menerpa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Blitar. Anehnya, kasus itu terbongkar setelah sehari serah terima jabatan kalapas lama ke baru.
Kalapas Kelas IIB Blitar, Iswandi, mengungkapkan praktik lancung ini terendus sejak Desember 2025 lalu. Modusnya, oknum sipir tersebut menyasar warga binaan tipikor yang baru saja masuk ke dalam lapas.
"Itu kejadiannya sekitar Desember tahun lalu. Sejak tiga kasus tipikor itu masuk," kata Iswandi saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (30/4/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran, oknum sipir tersebut mematok harga Rp 100 juta per orang namun bisa dinego. Dengan membayar nominal tersebut, warga binaan dijanjikan fasilitas khusus selama menjalani masa hukuman.
Iswandi menyebut praktik ini tergolong baru karena menyasar tahanan yang rata-rata baru menjalani masa hukuman sekitar 5 hingga 6 bulan di Lapas Blitar.
Napi yang tergiur tawaran tersebut menempati sel khusus yang dikenal sebagai Kamar D-1. Lokasi kamar ini dinilai strategis karena dekat dengan masjid di dalam area lapas.
Tak hanya lokasi, privilese lain yang didapatkan adalah kelonggaran waktu. Jika sel umum sudah dikunci pada sore hari, penghuni kamar sultan ini diizinkan berada di luar sel lebih lama.
"Iya (menempati), biar bisa ikut salat sampai Isya. Alasan oknum menawarkan itu agar mereka bisa lebih lama di masjid," imbuh Iswandi.
Anehnya, borok di dalam lapas ini mulai terkuak sehari setelah Iswandi resmi menjabat melalui serah terima jabatan (sertijab). Ia mengaku langsung mendapatkan laporan dari napi terkait praktik pungli tersebut.
Iswandi terhitung baru sekitar 15 hari menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas II B Blitar. Sebelumnya, Ia merupakan Kepala Lapas Khusus Kelas II B Sentul.
Iswandi resmi dilantik dan mengambil sumpah jabatan sebagai Kalapas Blitar di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan Jawa Timur pada Senin, 13 April 2026. Ia menggantikan Kalapas Blitar sebelumnya dijabat oleh Romi Novitrion.
Romi kini berdinas sebagai Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Madya di Balai Pemasyarakatan Madiun. Tak lama, Iswandi turut melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di Lapas Blitar pada Kamis, 16 April 2026.
Namun, belum seminggu menjabat, Iswandi telah membongkar dugaan pungli di dalam Lapas Blitar. Mendapat laporan tersebut, Iswandi bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan dan menuangkannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kasus ini pun telah dilaporkan ke tingkat wilayah.
"Kanwilpas Jatim mengambil alih pemeriksaan. (Oknum) dipanggil untuk diperiksa di sana. Semua permasalahan dalam lapas ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku," tegasnya.
Kini, ketiga oknum pegawai tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif di Kanwil Kemenkumham Jatim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
(auh/abq)