Bobibos di Timor Leste 70 persen siap produksi massal -
Bobibos di Timor Leste 70 persen siap produksi massal
![]() |
| Truk pengangkut mesin biokimia milik PT. Inti Sinergi Formula, pengembang BBN Bobibos, saat tiba di pabrik di Timor Leste pada pertengahan April 2026. Dok. Iklas Thamrin |
Kesiapan produksi bahan bakar nabati Bobibos di Timor Leste dilaporkan telah mencapai 70% menjelang uji produksi awal. Produk berbasis bioetanol itu diklaim sebagai alternatif BBM beroktan tinggi hingga 98 dengan harga lebih terjangkau.
Iklan — scroll untuk melanjutkan
Pengembangan Bobibos dilakukan oleh PT. Inti Sinergi Formula yang bekerja sama dengan perusahaan lokal Timor Agranova SA. Proyek ini memanfaatkan jerami sebagai bahan baku utama, yang diolah melalui mesin biokimia yang didatangkan dari Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Founder Bobibos, Iklas Thamrin, mengatakan perangkat produksi telah tiba dan mulai beroperasi di fasilitas pabrik di Timor Leste. Ia menyebut proses saat ini berada pada tahap pematangan bioetanol sebelum menjadi bahan bakar siap pakai.
"Sudah beroperasi sepekan ini. Tinggal menunggu selesai, lalu bioetanol itu dimatangkan menjadi bahan bakar," kata Iklas saat dihubungi, Minggu, 26 April 2026.
Baca juga:
- China nolkan tarif impor Afrika, kecuali negara sekutu Taiwan
- Jepang-Vietnam teken 6 kesepakatan, fokus energi dan mineral kritis
- Pasokan tersendat, satu-satunya toko alkohol di Riyadh mulai kosong
- Utang AS tembus US$39 triliun, pemerintah buka donasi publik
- Misi AS di Gaza menyusut, posko utama gencatan senjata segera ditutup
Ia menambahkan, "Bisa dikatakan sudah 70 persen persiapan produksi massal kami di sana."
Kerja sama ini berawal dari penandatanganan nota kesepahaman pada 23 Desember 2025. Pemerintah Timor Leste mendorong pengembangan Bobibos dengan melihat potensi bahan baku dari sekitar 87 ribu hektare lahan sawah di negara tersebut.
Jika uji produksi awal berjalan sesuai target, tahap berikutnya adalah pembangunan fasilitas dengan kapasitas produksi lebih besar. Pabrik dirancang mampu menghasilkan hingga 50.000 liter per hari atau sekitar 1,8 juta liter per bulan.
"Sehingga dengan sumber daya yang ada, pihak Timor Leste dan didukung pemerintah nya mengajak kami bekerja sama untuk mengembangkan dan memproduksi Bobibos di sana. Dengan target 50.000 liter sehari atau 1,8 juta liter per bulan dengan harga yang lebih terjangkau untuk masyarakatnya," tutur Iklas.
