0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arab Saudi Berita Featured Haji Rumah Sakit Spesial

    Cara Arab Saudi Lacak Jemaah Haji yang Hilang hingga Dirawat di Rumah Sakit - Kompas

    5 min read

     

    Cara Arab Saudi Lacak Jemaah Haji yang Hilang hingga Dirawat di Rumah Sakit

    MEKKAH, KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi melalui General Directorate of Passports mengerahkan tim lapangan di Mekkah dan seluruh area suci untuk membantu proses identifikasi jemaah haji yang sedang dirawat di rumah sakit maupun yang dilaporkan hilang selama pelaksanaan ibadah haji 2026.

    Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan dan pelayanan jemaah di tengah padatnya aktivitas ibadah di Tanah Suci, yang kerap membuat risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan meningkat.

    Tim yang diturunkan memiliki tugas untuk mengidentifikasi pasien yang dirawat di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

    Baca juga: Arab Saudi Pastikan Tak Ada Wabah Penyakit Selama Haji 2026, Sudah Layani 1,2 Juta Jemaah

    Selain itu, mereka juga membantu pencarian jemaah hilang dengan berkoordinasi bersama inisiatif Nusuk Care di bawah Kementerian Haji dan Umrah.

    Momen Menteri Haji Tinjau Jamarat dan Layanan Haji Khusus di Mina

    Sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Jumat (29/5/2026), Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menyebut, tim di lapangan dilengkapi dengan teknologi mobile modern yang memungkinkan proses verifikasi identitas dilakukan secara cepat langsung di lokasi.

    Data dan laporan terkait jemaah yang hilang atau dirawat kemudian diteruskan melalui pusat komando dan kontrol Haji dan Umrah yang berada di Makkah untuk ditindaklanjuti oleh otoritas terkait.

    Baca juga: Wabah Ebola Varian Langka Merebak, Sejumlah Negara Ini Perketat Akses Masuk

    Sistem ini menjadi bagian dari upaya terintegrasi pemerintah Arab Saudi dalam memastikan seluruh jemaah haji dapat terdata dengan baik, terutama dalam kondisi darurat medis maupun ketika terpisah dari rombongan.

    Jemaah haji Indonesia hilang

    Sebelumnya, sejumlah kasus jemaah haji yang dilaporkan hilang juga sempat terjadi, termasuk jemaah asal Indonesia.

    Salah satunya adalah Muhammad Firdaus Akhlan (72), jemaah haji asal embarkasi Jakarta yang dilaporkan hilang di Makkah dan kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

    Firdaus ditemukan oleh tentara Arab Saudi yang sedang berpatroli pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat di sekitar Jabal Kuday, sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari pemondokannya.

    Baca juga: Debarkasi Haji YIA Siap Terapkan Kepulangan Jemaah Tanpa Melalui Asrama

    “Lokasi penemuan di sekitar Jabal Kuday atau sekitar 1,5 sampai 2 kilometer dari pemondokannya,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono.

    Jenazah kemudian dibawa ke pihak kepolisian dan tim forensik Arab Saudi untuk proses identifikasi lebih lanjut.

    Pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan gelang identitas haji, data visa, hingga paspor, serta konfirmasi dari pihak keluarga.

    Baca juga: Nasib 9 WNI Aktivis GSF, Dipulangkan Usai Alami Kekerasan Saat Ditangkap Israel

    Hasil identifikasi menunjukkan kesesuaian dengan data jemaah yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan pemondokannya di sektor 9 Misfalah, Makkah, sejak 15 Mei 2026.

    Menurut keterangan petugas, kondisi jenazah diperkirakan telah meninggal empat hingga lima hari sebelum ditemukan.  Meski demikian, identitas masih dapat dikenali dan gelang haji masih melekat pada tubuh korban.

    Pihak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan duka cita atas wafatnya Firdaus serta mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, termasuk otoritas Arab Saudi, KJRI Jeddah, dan petugas haji yang terlibat dalam proses pencarian.

    Pemerintah juga memastikan bahwa hak almarhum akan dipenuhi melalui mekanisme badal haji yang akan dilaksanakan oleh petugas haji.

    Baca juga: 6.804 Galon Air Zamzam Disiapkan untuk Jemaah Haji Kalsel dan Kalteng

    Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan jemaah selama berada di Tanah Suci, terutama bagi lansia, perempuan, dan jemaah dengan kondisi khusus, agar selalu berada dalam pengawasan rombongan atau petugas haji.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    [DIARY MBAK PHY] Perjuangan Jemaah Haji di Mina, dari Cuaca Panas hingga Lempar Jumrah...

    Komentar
    Additional JS