0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Lomba Cerdas Cermat MPR Pendidikan Spesial

    CARI ALASAN TERUS! Kini Panitia Sebut Salahkan Speaker Juri yang Rusak saat Lomba Cerdas Cermat MPR - RADAR JEMBER

    4 min read

     

    CARI ALASAN TERUS! Kini Panitia Sebut Salahkan Speaker Juri yang Rusak saat Lomba Cerdas Cermat MPR

    CARI ALASAN TERUS! Kini Panitia Sebut Salahkan Speaker Juri yang Rusak saat Lomba Cerdas Cermat MPR

    RADAR JEMBER - Jagat sosial media digegerkan dengan ketidakcermatan para juri dalam sebuah lomba Cerdas Cermat yang digelar oleh MPR RI.

    Viralnya polemik ini dikarenakan penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) diduga dipicu gangguan teknis pada perangkat audio.

    Panitia menyebut speaker yang mengarah ke meja dewan juri mengalami kerusakan sehingga jawaban peserta tidak terdengar jelas saat perlombaan berlangsung.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengatakan informasi yang diterimanya menyebut gangguan terjadi pada speaker khusus untuk juri.

    “Speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas,” ujar Faisal, Senin (11/5/2026).

    Menurut Faisal, kendala teknis itu diduga menjadi salah satu penyebab munculnya perbedaan penilaian dalam lomba. Meski suara peserta terdengar jelas di siaran langsung dan area penonton, tidak semua jawaban dapat diterima dengan baik oleh dewan juri.

    Polemik ini mencuat setelah video protes dari tim SMAN 1 Pontianak beredar di media sosial.

    Dalam video tersebut, peserta mempertanyakan keputusan juri yang menyatakan jawaban mereka salah dengan alasan artikulasi kurang jelas.

    Publik kemudian membandingkan jawaban tim SMAN 1 Pontianak dengan peserta dari SMAN 1 Sambas. Banyak warganet menilai substansi jawaban keduanya serupa, namun hanya tim dari Sambas yang dinyatakan benar dan memperoleh poin.

    Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson Azroi, mengusulkan agar lomba berskala nasional dilengkapi perangkat rekam digital untuk mengantisipasi sengketa penilaian.

    “Di era digital ini, sekelas MPR harusnya punya perekam digital yang dapat diputar setiap saat pada saat pertandingan berlangsung, terutama saat ada protes,” kata Harisson.

    Menurutnya, rekaman audio maupun video penting bukan hanya untuk dokumentasi, tetapi juga menjaga transparansi dan objektivitas penilaian. Dengan sistem pemutaran ulang, protes peserta dapat ditinjau secara lebih adil.

    “Ketika ada sanggahan atau protes, bisa langsung diputar ulang. Itu akan lebih fair bagi semua peserta,” ujarnya.

    Editor : M. Ainul Budi

    Komentar
    Additional JS