0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hantavirus Jakarta Kasus Kesehatan PHBS Spesial

    Dinkes DKI Imbau Warga Terapkan PHBS Cegah Hantavirus, Empat Kasus Ditemukan di Jakarta - Indonesiainside

    2 min read

     

    Dinkes DKI Imbau Warga Terapkan PHBS Cegah Hantavirus, Empat Kasus Ditemukan di Jakarta - Indonesiainside.id


    No Result View All Result

    Indonesiainside.id — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta  Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran hantavirus di tengah ditemukannya empat kasus di Jakarta hingga Mei 2026.

    “Kita harus rutin cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Kalau berada di tempat yang kemungkinan terkontaminasi atau banyak tikus, gunakan masker dan alat pelindung lainnya,” kata Ani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.

    Ani menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi hantavirus karena virus tersebut bukan penyakit baru seperti COVID-19. Menurutnya, hantavirus telah dipantau secara rutin setiap tahun oleh otoritas kesehatan.

    “Yang penting sebetulnya tidak perlu panik tapi waspada. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat,” ujarnya.

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat empat kasus hantavirus ditemukan di ibu kota hingga Mei 2026. Dari jumlah itu, tiga pasien telah dinyatakan sembuh, sementara satu pasien masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

    Terhadap pasien suspek tersebut, penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dengan menempatkan pasien di ruang isolasi untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus.

    “Dan sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan dan tiga itu sudah sembuh semua,” jelas Ani.

    Dinkes DKI juga memastikan kasus hantavirus di Jakarta tidak berkaitan dengan klaster internasional yang sempat muncul di kapal pesiar MV Hondius pada April–Mei 2026 yang melibatkan jenis virus Andes.

    Ani menegaskan seluruh kasus di Jakarta merupakan kasus yang selama ini dipantau secara berkala oleh pemerintah daerah.

    “Bukan, enggak. Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun,” katanya.

    Komentar
    Additional JS