0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Batu Bara Berita BUMN Featured Spesial

    Ekspor Batu Bara hingga Sawit Lewat BUMN Dimulai 1 Juni 2026 - Kompas

    4 min read

     

    Ekspor Batu Bara hingga Sawit Lewat BUMN Dimulai 1 Juni 2026



    JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mulai menerapkan pengelolaan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) mulai 1 Juni 2026.

    Pada tahap awal, komoditas yang akan dikelola meliputi crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferrous alloy atau paduan besi.

    Pengelolaan ekspor tersebut akan dilakukan oleh perusahaan baru bentukan Danantara Indonesia, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

    Baca juga: Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Bentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia

    CEO BPI Danantara Rosan P. Roslani saat ditemu di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).

    Lihat Foto

    Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.

    Perempuan Dibunuh di Bogor, Pelaku Dikejar-kejar Polisi hingga Mobil Terbalik di Tol

    “Nah oleh sebab itu, dalam rangka kita menyempurnakan, memperbaiki baik secara terbuka, dengan menjunjung good governance yang tinggi, kita mulai pada bulan Juni ini,” ujar Rosan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

    Rosan menjelaskan, pada tahap awal DSI belum melakukan seluruh aktivitas perdagangan ekspor.

    Perusahaan tersebut baru akan menjalankan fungsi pelaporan dan pencatatan transaksi ekspor secara komprehensif.

    Baca juga: China Jadi Mitra Utama Batu Bara RI, Kolaborasi Industri Kian Luas

    “Kami menyampaikan bahwa semua transaksi yang berkaitan dengan ekspor sifatnya hanya pelaporan terlebih dahulu secara komprehensif kepada kami,” kata dia.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan seluruh proses ekspor komoditas SDA strategis sudah sepenuhnya dijalankan DSI mulai 1 September 2026.

    Menurut Airlangga, nantinya seluruh rantai transaksi ekspor akan dilakukan melalui perusahaan tersebut, mulai dari kontrak dagang, pengiriman barang, hingga pembayaran.

    “Artinya seluruh proses transaksi ekspor, kontrak, pengiriman barang, sampai pembayaran dilakukan sepenuhnya oleh Danantara Sumber Daya Indonesia,” ujar Airlangga.

    Baca juga: ESG Sektor Batu Bara Dinilai Perlu Dipantau hingga Dampak Hilir

    Ia menambahkan, skema tersebut ke depan tidak hanya berlaku untuk CPO, batu bara, dan ferrous alloy, tetapi juga akan diperluas ke seluruh komoditas SDA strategis lainnya.

    “Tahap berikutnya akan dilakukan terhadap seluruh komoditas SDA strategis,” kata Airlangga.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Iran Kembali Bangun Kekuatan, Klaim Siap Hancurkan AS jika Trump Bertindak Bodoh Lagi

    Komentar
    Additional JS