0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured MinyaKita Spesial

    Harga Patokan Minyakita Mau Naik, Pedagang Pasar Minta Pemerintah Jamin Stok - Liputan6

    5 min read

     

    Harga Patokan Minyakita Mau Naik, Pedagang Pasar Minta Pemerintah Jamin Stok

    Keberadaan minyak goreng bersubsidi Minyakita yang selama ini sulit ditemukan baik oleh pedagang maupun pembeli di pasar tradisional di Kudus tiba-tiba melimpah. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

    Pedagang pasar meminta pemerintah memastikan pasokan Minyakita tetap aman jika HET naik demi menjaga stabilitas harga.

    Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti rencana penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Minyakita. Pedagang pasar meminta pemerintah memastikan ketersediaan stok di pasaran agar kebijakan tersebut tidak memicu gejolak harga.

    Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, berharap ada jaminan pasokan Minyakita di pasar-pasar tradisional apabila HET benar-benar mengalami kenaikan.

    "Jika HET-nya disesuaikan namun jumlah suplai atau jumlah distribusinya masih sama seperti hari ini, maka yang terjadi akan ada lonjakan-lonjakan yang lain," kata Reynaldi saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (24/5/2026).

    Dia juga berharap pemerintah menyiapkan mekanisme distribusi baru agar Minyakita lebih mudah tersedia di pasar. Misalnya melalui BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food yang dapat menyalurkan pasokan dalam jumlah besar.

    Selain itu, Reynaldi meminta adanya pelibatan asosiasi pedagang dalam pembahasan rencana kenaikan HET Minyakita. Dia juga menilai sosialisasi terkait penyesuaian harga perlu dilakukan agar implementasi kebijakan berjalan baik.

    Menurut dia, langkah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga Minyakita di pasaran.

    "Saya kira penyesuaian HET dan pemerintah mampu menangani stabilisasi harga Minyakita di pasar jika beberapa rekomendasi tadi dilakukan," tandasnya.

    HET Minyakita Berpotensi Naik

    Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memantau aktivitas perdagangan sejumlah gerai di Aceh dan Sumatera Utara akhir Februari 2026. (Dok Kemendag)

    Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memantau aktivitas perdagangan sejumlah gerai di Aceh dan Sumatera Utara akhir Februari 2026. (Dok Kemendag)

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan adanya rencana penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan Minyakita. Kenaikan biaya produksi menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penyesuaian harga.

    Budi mengatakan pemerintah masih membahas revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait harga jual Minyakita. Menurut dia, aturan yang berlaku saat ini sudah cukup lama.

    "Lagi pembahasan ya (kenaikan HET Minyakita). Karena kan sekarang HET itu kan sudah dari tahun berapa itu? Sudah hampir 3 tahun. Jadi kan sudah cukup lama," ungkap Budi di Sarinah, Jakarta, Minggu (10/5/2026).

    Faktor Penyesuaian Harga

    Budi menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan penyesuaian HET Minyakita. Di antaranya kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), serta peningkatan biaya distribusi.

    "Jadi kita ingin melihat kembali, apalagi sekarang harga CPO naik terus. Terus struktur pembiayaan termasuk distribusi kan sudah naik," ujar dia.

    "Jadi kita ingin melihat kembali. Jangan sampai kita tidak menyesuaikan dengan kondisi yang terkini," sambungnya.

    Meski demikian, Budi Santoso belum mengungkapkan kapan regulasi terbaru terkait HET Minyakita akan diterbitkan.

    "Belum tahu, masih dibahas," katanya.

    Komentar
    Additional JS