Janji Prabowo di Hari Buruh: Buat 1 Juta Rumah untuk Buruh, Dilengkapi Fasilitas Sekolah dan Daycare - Tribunnews
Janji Prabowo di Hari Buruh: Buat 1 Juta Rumah untuk Buruh, Dilengkapi Fasilitas Sekolah dan Daycare
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membuat satu juta rumah untuk para buruh dalam peringatan Hari Buruh 2025 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
- Prabowo juga menyadari, kebutuhan rumah bagi para buruh ini juga seiring dengan kebutuhan fasilitas penitipan anak atau daycare dan sekolah bagi para buruh.
- Prabowo menjelaskan, rumah-rumah untuk buruh ini akan dibangun berdekatan dengan kawasan industri tempat mereka bekerja.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan janjinya untuk membuat satu juta rumah untuk para buruh.
Janji itu diungkap Prabowo saat berpidato di hadapan ratusan ribu buruh saat peringatan Hari Buruh di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Prabowo juga menyadari, kebutuhan rumah bagi para buruh ini juga seiring dengan kebutuhan fasilitas penitipan anak atau daycare dan sekolah bagi para buruh.
"Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak, daycare ini saran yang baik. Ini akan kita perjuangkan. Ini akan kita laksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya."
"Saudara-saudara sekalian, tadi juga disampaikan bahwa buruh sangat memerlukan rumah. Rumah yang terjangkau. Kita sudah membangun cukup banyak tahun ini sudah sampai 350.000 rumah."
"Tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah. Kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah," kata Prabowo dalam pidatonya di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026), dilansir Kompas TV.
Lebih lanjut Prabowo menjelaskan, rumah-rumah untuk buruh ini akan dibangun berdekatan dengan kawasan industri tempat mereka bekerja.
Disana juga akan dibangun fasilitas pendukung lainnya seperti sekolah, fasilitas olahraga, hingga rumah sakit.
Fasilitas transportasi umum juga akan disediakan agar para buruh bisa berangkat kerja dengan lancar.
"Dan rumah-rumah ini akan sesuai saran saudara akan dibuat di kluster-kluster yang dekat dengan kawasan-kawasan industri yang dekat dan tempat bekerja. Dan saya sudah rencanakan kita akan bikin kota-kota baru. Kota-kota baru tiap kota mungkin terdiri dari 100.000 rumah. Rumah susun 100.000."
"Dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit. Dan yang paling penting harus ada transportasi entah kereta api, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik," terang Prabowo.
Baca juga: Aksi May Day di DPR, Massa Buruh dan Mahasiswa Bawa Replika Presiden AS Rantai Sosok Berdasi
Momen Prabowo Hadiri Peringatan May Day 2026

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Prabowo tiba sekitar pukul 08.37 WIB menggunakan kendaraan taktis Maung berwarna putih.
Saat memasuki area menuju panggung utama, ia menyapa massa buruh dengan melambaikan tangan, memberi salam hormat, dan menyalami warga di sepanjang jalur masuk.
Kehadirannya disambut antusias oleh peserta yang memadati kawasan Monas.
Di panggung utama, Prabowo sempat mengikuti suasana acara dengan berjoget saat penampilan musik berlangsung, termasuk ketika grup Tipe-X tampil.
Baca juga: May Day 2026: Buruh Tabur Bunga untuk Korban Kereta Bekasi di Depan DPR RI
Dalam kesempatan itu, ia mencatat aspirasi buruh yang disampaikan Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah.
Catatan tersebut mencakup kebutuhan fasilitas daycare bagi anak buruh hingga program perumahan.
Ilham menyoroti pekerja muda yang baru menikah menghadapi pilihan sulit: menitipkan anak ke kampung atau salah satu berhenti bekerja untuk menjaga anak.
Ia meminta negara hadir dengan solusi berupa fasilitas daycare di kawasan industri dan permukiman buruh, demi tumbuh kembang anak serta jaminan kesehatan dan pengasuhan yang baik.
Ilham kemudian mendukung program perumahan buruh yang sudah berjalan, namun berharap ada integrasi dengan kawasan industri.
Baca juga: Cerita Diah Memilih Jadi Ojol Perempuan dan Harapannya di Hari Buruh 2026
Menurutnya, hal ini bisa mengurangi kemacetan, stres, serta beban biaya kontrakan yang mencapai 20–30 persen dari upah.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar tidak ada perusahaan yang membayar upah di bawah ketentuan, lalai terhadap K3, atau menerapkan hubungan kerja yang liberal.
Pengawasan disebut sebagai ujung tombak penegakan konstitusi dan keadilan.
Dalam kegiatan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Glery Lazuardi)