Kabar Josepha Alexandra yang Viral di LCC MPR Kalbar Dapat Somasi Ternyata Hoax - Kompas
Kabar Josepha Alexandra yang Viral di LCC MPR Kalbar Dapat Somasi Ternyata Hoax
PONTIANAK, NETRALNEWS.COM - SMAN 1 Pontianak melalui akun Instagram resmi @smansaptk.informasi mengonfirmasi bahwa kabar somasi yang disebut diterima siswi mereka, Josepha Alexandra atau Ocha, usai viral dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat adalah hoax. Klarifikasi itu disampaikan pihak sekolah menyusul beredarnya berbagai informasi tidak terverifikasi tentang Josepha di media sosial, Selasa (12/5/2026).
"Terima kasih atas atensi besar dan kepedulian terhadap Yosepha. Kami mengonfirmasi bahwa berita ini Hoax dan tidak bersangkutan dengan Yosepha," tulis pihak sekolah melalui akun @smansaptk.informasi.
"Terima kasih atas atensi besar dan kepedulian terhadap Yosepha. Kami mengonfirmasi bahwa berita ini Hoax dan tidak bersangkutan dengan Yosepha," tulis pihak sekolah melalui akun @smansaptk.informasi.
Informasi hoax yang beredar itu bermula dari unggahan seseorang yang mengaku sebagai kakak Josepha. Ia menyebut Josepha mengurung diri di kamar, tidak bisa tidur, kehilangan nafsu makan, dan mendapat ancaman somasi melalui pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang memintanya menghapus video viral dari media sosial.
Fakta yang terverifikasi justru sebaliknya. Dikutip dari CNN Indonesia, Josepha hadir di Jakarta pada Rabu (13/5/2026), menemui para wartawan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, usai memenuhi undangan Ketua Komisi II DPR RI. Ia tampil percaya diri dan menyampaikan pernyataan secara langsung kepada media.
Polemik ini bermula ketika Josepha, yang tergabung dalam Regu C mewakili SMAN 1 Pontianak, menjawab pertanyaan soal mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam sesi rebutan pada babak final tersebut.
Regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima atas jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK, sementara jawaban serupa yang disampaikan Regu B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita WB. Juri beralasan Josepha tidak menyebut kata "Dewan Perwakilan Daerah" (DPD) secara jelas, sementara tim lain dengan kalimat yang dinilai identik justru dinyatakan benar.
Saat diwawancarai Kompas, rekan setim Josepha mengaku tidak menduga perbedaan penilaian itu akan berdampak begitu besar. "Grup B menjawab dengan jawaban yang sama, kemudian diberikan nilai sepuluh poin oleh juri. Maka di situ kami kaget, jujurly kaget sekali karena memang tidak hanya secara substansi, tapi secara kalimat yang dilontarkan Ocha (Josepha) sebagai tim C dan juga dengan tim B itu memiliki kesamaan yang persis," terangnya.
Polemik ini kemudian viral diberbagai platform media sosial dan menuai simpati warganet. Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, yang juga alumni SMAN 1 Pontianak, langsung menghubungi Josepha melalui panggilan video dan menyampaikan permintaan maaf. Ia juga menawarkan beasiswa kuliah gratis ke China setelah lulus SMA, disertai jaminan pekerjaan di perusahaan multinasional setelah menyelesaikan studi.
"Saya minta maaf ya Josepha, kalau ada kesalahan dalam proses lomba cerdas cermat kemarin di tingkat final provinsi Kalimantan Barat. Nanti secara institusi MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf," ujarnya, sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram @bang.rifqi.mrk.