0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kemenkeu Keuangan Spesial

    Kemenkeu Targetkan Rupiah Menguat ke Level Rp15.000 Per Dolar AS - Kabar Nusantara

    6 min read

     

    Kemenkeu Targetkan Rupiah Menguat ke Level Rp15.000 Per Dolar AS

    0 Reads


    Muhammad Nurkadi


    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa / Foto: Anisa Indraini/detikcom

    Smallest Font

    Largest Font

    Kementerian Keuangan menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dapat menguat kembali ke posisi Rp15.000 dari kondisi saat ini yang berada di atas Rp17.600. Target penguatan mata uang ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/5/2026), dilansir dari Detik Finance.

    Langkah baru untuk merealisasikan target tersebut akan dieksekusi mulai minggu depan guna menahan devisa hasil ekspor agar tetap berada di dalam negeri. Pemerintah juga bersiap menerapkan regulasi penempatan devisa hasil ekspor teranyar yang mulai berjalan pada Juni 2026.

    Kebijakan baru tersebut mewajibkan para eksportir untuk menyimpan devisa hasil ekspor mereka di himpunan bank milik negara. Upaya penstabilan nilai tukar ini diharapkan mendapat sokongan kuat dari sektor ekspor komoditas utama Indonesia.

    "Minggu depan ada action dari saya terkait nilai tukar. Nanti kalau itu mulai berjalan kan hasil devisanya nggak lari ke mana-mana atau dari ekspor batu bara, ekspor CPO akan tinggal di sini," kata Purbaya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

    Penerapan aturan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor pada bulan depan diyakini akan menjadi instrumen krusial dalam memperkokoh posisi mata uang garuda di pasar valuta asing.

    "DHE-nya juga hasil ekspor yang mulai dijalankan lagi yang baru kan Juni. Itu akan memperkuat semuanya," sambung Purbaya.

    Sebelumnya, stabilitas mata uang nasional juga dijaga melalui kebijakan intervensi pada pasar obligasi pemerintah. Langkah intervensi pasar tersebut efektif menurunkan yield obligasi negara sehingga mencegah keluarnya modal asing dari pasar keuangan domestik.

    "Bond-nya kan turun kan, yield-nya kan turun jadi asing masih banyak masuk juga bareng sama kita. Jadi ketika stabilitas harga obligasi terlihat asing nggak ragu masuk. Jadi itu kita akan jaga ke depan," paparnya.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS