0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Israel Kemlu Spesial WNI

    Kemlu RI Desak Israel Bebaskan Lima WNI yang Ditangkap - asatunews

    8 min read

     

    Kemlu RI Desak Israel Bebaskan Lima WNI yang Ditangkap

    Arya Pratama Author

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) (Adhfar AS/detikcom)

    Smallest Font

    Largest Font

    Kementerian Luar Negeri RI mendesak militer Israel segera membebaskan lima warga negara Indonesia yang ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla di perairan Mediterania pada Senin (18/5/2026).

    Aksi pencegatan kapal dan penangkapan para aktivis kemanusiaan tersebut memicu kecaman keras dari pemerintah Indonesia serta jajaran legislatif. Langkah diplomasi kini didorong agar seluruh relawan bisa diselamatkan.

    Dilansir dari Detikcom, penangkapan dilakukan terhadap para delegasi yang menumpuk di beberapa kapal saat berlayar menuju Jalur Gaza, Palestina. Pemerintah Indonesia memastikan terus memantau perkembangan kondisi para WNI di lapangan.

    "Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata Juru Bicara 1 Kemlu RI Yvonne Mewengkang.

    Pihak kementerian terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk melacak keberadaan para jurnalis dan aktivis. Desakan pun dilayangkan agar pasokan bantuan bagi warga Palestina tidak terhambat akibat insiden pencegatan ini.

    "Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," jelas Yvonne Mewengkang.

    Dukungan terhadap langkah tegas pemerintah disuarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa yang meminta pemanfaatan seluruh jalur diplomasi demi membebaskan para jurnalis nasional yang ikut ditangkap.

    "Ya tentu, segala kekuatan harus kita lakukan termasuk diplomasi, termasuk berbagai cara kerja yang nanti Menlu lebih tahu," ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

    Kecaman serupa datang dari parlemen yang menilai tindakan sepihak tersebut melanggar batasan-batasan hukum kemanusiaan global secara terang-terangan.

    "Siapapun kalau yang memiliki jiwa kemanusiaan, saya pikir mengecam sikap itu. Bahwa Israel telah semau-maunya, sewenang-wenang tanpa menghiraukan apapun. Tidak ada hukum bagi Israel tampaknya, tidak ada etika bagi Israel," kata Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Taufiq R Abdullah.

    Taufiq R Abdullah menambahkan bahwa salah satu jurnalis yang ditahan, yaitu Abeng, sedang mengemban tugas mulia untuk mengawal bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik.

    "Abeng ini sedang mengawal misi kemanusiaan, tentu sedang menjalani satu misi yang sangat mulia untuk kemানুsiaannya adalah untuk Gaza kan tentunya ya. Satu itu sisi mulia. Yang kedua profesinya sebagai wartawan," kata Taufiq R Abdullah.

    Kementerian Luar Negeri diharapkan dapat mengerahkan proteksi maksimal mengingat para jurnalis tersebut menunjukkan keberanian tinggi di wilayah berbahaya demi tugas jurnalistik.

    "Jadi, saya meminta kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri untuk mengupayakan segala macam kekuatan yang dimiliki bagaimana menyelamatkan salah satu putra bangsa terbaik bagi kita saya kira hari ini, karena dia memiliki keberanian untuk masuk pada wilayah-wilayah yang seperti itu," imbuh Taufiq R Abdullah.

    Penanganan yang lambat dikhawatirkan akan memberikan tekanan psikologis yang buruk bagi keselamatan awak media lainnya yang bertugas di medan konflik.

    "Sebab kalau ini tidak ada upaya yang keras dari pemerintah untuk penyelamatan, maka ini menjadi secara psikologis meneror teman-teman yang memiliki sikap sama, memunculkan sikap dan rasa takut untuk melakukan hal yang sama," imbuh Taufiq R Abdullah.

    Berdasarkan data Global Peace Convoy Indonesia, operasi militer Israel mengintersep perjalanan laut pada Senin malam pukul 21.20 WIB.

    Identitas lima WNI yang ditangkap meliputi aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize, jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro di kapal Ozgurluk.

    "Terkini 5 delegasi diculik, 4 (WNI) masih berlayar," kata Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy.

    Empat WNI lainnya yang dilaporkan masih berada di perairan Mediterania menuju Gaza adalah Asad Aras, Hendro Prasetyo, Herman Budianto, dan Ronggo Wirsanu.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS