0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Global Sumud Flotilla Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Tentara Israel Tangkap Dua Jurnalis Republika di Perairan Internasional - Asatunews

    7 min read

     

    Tentara Israel Tangkap Dua Jurnalis Republika di Perairan Internasional

    Intan Permatasari Author

    Foto: Ilustrasi helikopter militer Israel (AFP/MENAHEM KAHANA)

    Smallest Font

    Largest Font

    Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, ditangkap oleh tentara Israel (IDF) saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus pada Senin (18/5/2026), seperti dilansir dari Detikcom.

    Pihak redaksi kehilangan kontak setelah kedua jurnalis memberikan pembaruan mengenai situasi di kapal mereka yang didekati oleh kapal perang Israel. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera mendesak pembebasan seluruh awak kapal tersebut.

    Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona, memberikan penjelasan mengenai kronologi komunikasi terakhir dengan kedua anggotanya sebelum kehilangan kontak secara total.

    "Komunikasi dengan Thoudy terakhir itu pukul 13.50 WIB, dia kasih update terkini situasi di kapalnya, karena masih berlayar, kirim foto dan video juga. Dia sempat bilang, kalaupun bakal dicegat tentara IDF, itu Senin malam waktu setempat," kata Stevy ketika dihubungi pada Senin (18/5/2026).

    Kondisi komunikasi setelah waktu tersebut terputus sepenuhnya, dan awak redaksi tidak menerima laporan lanjutan dari lokasi perairan.

    "Nah setelah percakapan ini, hilang kontak. Thoudy-nya nggak bisa dihubungi sama sekali. Dia juga nggak kontak-kontak redaksi lagi. Sudah lebih dari enam jam situasinya," ujarnya.

    Stevy menambahkan bahwa posisi Bambang Noroyono berada di kapal yang berbeda, namun ia sempat mengirimkan pesan darurat sebelum komunikasi terputus.

    "Nah komunikasi dengan Bambang Noroyono, ini mereka berbeda kapal ya. Kapal Thoudy itu ada 3 WNI, termasuk wartawan Tempo. Dari kapal Abeng, komunikasi terakhir adalah ketika dia kirim video SOS itu pukul 15.20 WIB," tuturnya.

    Pengiriman video tersebut disesuaikan dengan instruksi dari panitia pusat apabila pihak militer mulai mendekati armada kemanusiaan.

    "Beberapa menit sebelum kirim video SOS, Abeng kirim foto dan video soal ada kapal perang yang mendekat ke perahu dia. Baru dia kirim video SOS itu, protokolnya memang demikian dari panitia pusat Global Sumud Flotilla. Kalau ada tentara israel mendekat, naik ke kapal, langsung kirim video SOS itu," lanjutnya.

    Hingga malam hari, redaksi masih berupaya memantau situasi perkembangan keberadaan kedua jurnalis tersebut.

    "Sampai sekarang pukul 22.00 WIB, kedua jurnalis tidak bisa dihubungi dan menghubungi redaksi Republika," imbuhnya.

    Pernyataan resmi dari pimpinan redaksi juga diterbitkan untuk merespons penangkapan anggota tim mereka di wilayah Mediterania Timur.

    "Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam pernyataannya, Senin (18/5).

    Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui juru bicara resmi menyatakan sikap terhadap tindakan pencegatan armada bantuan tersebut.

    "Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin (18/5).

    Pemerintah menuntut jaminan agar bantuan kemanusiaan global tetap dapat diteruskan ke wilayah tujuannya.

    "Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," jelasnya.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS