0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Galon KKI Spesial

    KKI Soroti Diskriminasi Galon Guna Ulang: Harga Sama, Standar Keamanan Berbeda - "inilah

    2 min read

     

    KKI Soroti Diskriminasi Galon Guna Ulang: Harga Sama, Standar Keamanan Berbeda

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com + Gabung

    KecilBesar

    Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyoroti praktik salah satu market leader merek air minum dalam kemasan (AMDK) asing yang mengedarkan dua jenis galon guna ulang dengan standar keamanan berbeda, namun dijual dengan harga yang sama di pasaran.

    Ketua KKI, David Tobing, mempertanyakan alasan produsen menghadirkan dua jenis galon dengan tingkat keamanan berbeda kepada konsumen. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan diskriminasi kualitas produk di tengah masyarakat.

    “Kalau harganya sama, maka kualitas dan tingkat keamanannya juga harus sama,” kata David di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

    Selama puluhan tahun, galon guna ulang yang beredar di Indonesia didominasi bahan polikarbonat yang mengandung Bisphenol A (BPA).

    Namun sejak 2019, produsen mulai memperkenalkan galon berbahan PET (Polyethylene Terephthalate) yang bebas BPA, meski distribusinya awalnya terbatas dan baru meluas ke Pulau Jawa pada 2024. Kini kedua jenis galon tersebut dijual bersamaan dengan harga serupa.

    Berdasarkan laporan 250 konsumen di tujuh kota besar yang dihimpun KKI sepanjang Maret-April 2026, sebanyak 62 persen konsumen mengaku mengetahui adanya perbedaan material galon tersebut. Mereka mempertanyakan mengapa konsumen tidak seluruhnya mendapatkan galon dengan standar keamanan yang lebih baik.

    Tak hanya soal material, KKI juga menemukan banyak keluhan terkait usia galon polikarbonat yang sudah terlalu lama digunakan. Sebanyak 92 persen konsumen mengaku menerima galon berusia lebih dari satu tahun. 

    Kondisi fisik galon pun dinilai memprihatinkan, dengan 30 persen galon dilaporkan kusam atau berlumut dan 18 persen mengalami retak.

    “Semakin tua usia galon, semakin banyak keluhan yang muncul, mulai dari kusam, kotor hingga retak,” ujar David.

    KKI mengingatkan galon polikarbonat memiliki risiko peluruhan BPA, terutama jika terpapar panas matahari, proses pencucian yang tidak standar, serta penggunaan berulang dalam jangka panjang. 

    Pakar polimer Universitas Indonesia bahkan merekomendasikan penggunaan galon polikarbonat maksimal satu tahun atau 40 kali pengisian ulang guna mengurangi risiko kesehatan seperti obesitas, diabetes, hingga gangguan reproduksi.

    Karena itu, KKI mendesak pemerintah segera menerbitkan regulasi tegas terkait batas masa pakai galon guna ulang dan penyamaan standar keamanan kemasan.

    “Negara perlu hadir melindungi kesehatan masyarakat, bukan hanya kepentingan keuntungan produsen,” tutup David.

    Komentar
    Additional JS