0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hantavirus Kemenkes Kesehatan RSHS Spesial

    Kronologi Pasien Hantavirus Meninggal di RSHS, Kemenkes RI Pastikan Terjadi di 2025 - RSudTP

    3 min read

     

    Kronologi Pasien Hantavirus Meninggal di RSHS, Kemenkes RI Pastikan Terjadi di 2025



    Jakarta - Seorang pasien laki-laki berusia 49 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat infeksi hantavirus dan leptospirosis. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kasus tersebut terjadi pada 2025 dan tidak berkaitan dengan hantavirus yang sebelumnya ramai diperbincangkan di kapal pesiar MV Hondius.
    Dokter spesialis penyakit dalam RSHS Bandung, Elisabeth Hutajulu, menjelaskan pasien merupakan seorang buruh bangunan yang tinggal di kawasan Cibeunying Kolot, Kota Bandung. Pasien menjalani perawatan selama tiga hari sebelum akhirnya meninggal dunia akibat kondisi yang terus memburuk.

    Menurut Elisabeth, gejala awal muncul sekitar enam hari sebelum pasien masuk rumah sakit. Saat itu pasien mengalami demam hilang timbul. Memasuki tiga hari terakhir sebelum dirawat, pasien mulai merasakan nyeri perut kanan atas yang semakin memberat.

    "Nyeri disertai badan dan mata kuning sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit," beber Elisabeth dalam sosialisasi Hantavirus yang disiarkan daring, Senin (19/5/2026).

    Selain itu, pasien juga mengalami mual dan muntah setiap kali makan atau minum. Saat pertama kali tiba di rumah sakit, tim medis menemukan pasien dalam kondisi demam, mata menguning, dan tampak mengalami sesak napas.

    Pada hari pertama perawatan, demam dan nyeri perut masih ditemukan. Namun kondisi sesak napas pasien terus bertambah berat. Memasuki hari kedua, kondisi pasien semakin kritis.

    "Ketika diedukasi untuk tindakan intubasi, keluarga menolak. Akhirnya pasien meninggal dunia," jelas Elisabeth.

    Ia menambahkan, pasien tergolong masih muda dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes maupun hipertensi. Namun, perburukan kondisi berlangsung sangat cepat.

    Dari hasil pemeriksaan awal, saturasi oksigen pasien sudah mulai menurun. Pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya bronkopneumonia, sementara hasil USG menemukan kondisi kardiomegali atau pembesaran jantung.

    Terungkap Pemicu Kondisi Memburuk

    Setelah sampel diperiksa lebih lanjut, pasien dinyatakan positif terinfeksi hantavirus sekaligus leptospirosis. Kombinasi kedua infeksi tersebut diduga menyebabkan kondisi pasien menjadi sangat berat.

    "Setelah dikirimkan sampelnya, pasien ini positi hantavirus dan leptospirosis, jadi ini yang menjelaskan kenapa pasien itu cukup berat dengan prokalsitonin meningkat kemudian trombositnya juga sangat rendah," terang Elisabeth.

    Tim medis kemudian mendiagnosis pasien mengalami Weil's disease dengan infeksi hantavirus disertai syok sepsis. Pasien juga mengalami Acute Kidney Injury (AKI) stage 3 dengan hiperkalemia sebelum akhirnya meninggal dunia.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni memastikan kasus ini tidak berkaitan dengan kasus hantavirus yang sebelumnya dikaitkan dengan kapal MV Hondius.

    "Kasus ini di tahun 2025, tipenya HFRS, bukan tipe HPS yang di MV Hondius," ujar Andi saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

    Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8496255/kronologi-pasien-hantavirus-meninggal-di-rshs-kemenkes-ri-pastikan-terjadi-di-2025?page=2 

    Komentar
    Additional JS