0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Agni-6 Berita Dunia Internasional Featured Garuda Indonesia India Rudal Spesial

    Mengenal Agni-6, Rudal yang Bikin Garuda Indonesia Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India - Liputan6

    4 min read

     

    Mengenal Agni-6, Rudal yang Bikin Garuda Indonesia Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India

    Dalam foto arsip 26 Januari 2013, rudal balistik jarak jauh Agni-V ditampilkan dalam parade Hari Republik di New Delhi, India. (Dok. AP Photo/Manish Swarup, File) 

    Pesawat Garuda Indonesia berputar-putar di langit India selama 4,5 jam dalam penerbangan Jeddah-Medan pada 8 Mei 2026 akibat uji coba rudal Agni-6.

    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah insiden langka terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor GA4208 rute Jeddah, Arab Saudi, menuju Medan, Indonesia, pada Jumat, 8 Mei 2026.

    Pesawat Airbus A330-900neo dengan registrasi PK-GHI ini mengalami penundaan signifikan setelah terpaksa berputar-putar di wilayah udara India bagian selatan selama kurang lebih 4,5 jam. Peristiwa ini menarik perhatian publik dan komunitas aviasi karena durasinya yang tidak biasa untuk sebuah pola penahanan (holding pattern).

    Durasi penerbangan normal dari Jeddah ke Medan yang seharusnya sekitar 8 jam, membengkak menjadi 12 jam 39 menit. Pesawat mulai memasuki pola penahanan saat berada di dekat Chippi, India, setelah melintasi wilayah udara Arab Saudi, Oman, dan Laut Arab. 

    Penyelidikan awal menunjukkan bahwa penyebab utama dari insiden Garuda Indonesia berputar-putar di langit India ini adalah adanya uji coba rudal Agni-6 yang dilakukan oleh India. Uji coba militer tersebut mengakibatkan penutupan sementara sebagian besar wilayah udara di sekitar Teluk Benggala, memaksa pesawat untuk mengubah rute atau menunggu hingga koridor udara dibuka kembali.

    Lantas apa itu Rudal Agni-6?

    Dikutip dari thediplomaticinsight, Selasa (12/5/2026), rudal balistik antarbenua (ICBM) Agni-6 disebut mampu membawa hulu ledak nuklir dengan jangkauan hingga 12.000 km dan mampu membawa beberapa hulu ledak.

    Awalnya, India mulai mengembangkan rudal jarak jauh dengan dalih memperkuat daya jera terhadap Pakistan dan China. 

    Namun, jangkauan rudal India kini melampaui kedua rival tersebut, dengan potensi mencapai Amerika Serikat dan bagian lain dunia. Perkembangan ini memperumit lanskap keamanan global, hubungan nuklir di antara kekuatan-kekuatan besar, dan rezim non-proliferasi global. 

    India telah secara signifikan mempercepat upayanya untuk bergabung dengan kelompok negara-negara besar terkemuka dengan kemampuan militer yang canggih.

    India Prioritaskan Sistem Jarak Jauh

    Rudal BrahMos Buatan India-Rusia

    Rudal BrahMos Buatan India-Rusia. Foto: AP Photo/Dmitri Lovetsky

    Mulai dari uji coba AST hingga sistem rudal berbasis rel, kapal selam bertenaga nuklir, teknologi berbasis ruang angkasa, jet tempur canggih, dan sistem pertahanan rudal balistik (BMD) yang canggih, India kini telah memperoleh sebagian besar kemampuan yang dimiliki oleh AS, Rusia, Tiongkok, Prancis, dan Inggris.

    Secara khusus, India telah memprioritaskan sistem jarak jauh yang mampu mencapai Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Dilaporkan, India juga telah mengejar peningkatan senjata konvensional canggih (AWC) dan barang serta teknologi dwiguna yang dapat menggoyahkan stabilitas.

    Senjata anti-kombatan (ACW) adalah persenjataan modern dan canggih, yang dirancang khusus untuk peperangan konvensional, termasuk Sistem Pertahanan Udara Portabel (MANPADS); sistem senjata utama dan peralatan militer berat (tank, pesawat terbang, rudal); sensor dan laser; serta amunisi berpemandu presisi. Keberadaan kemampuan ini dapat meningkatkan risiko eskalasi nuklir lebih cepat dari sebelumnya. 

    Komentar
    Additional JS