Menlu: 9 WNI di Gaza Dicegat Israel, Bukan Diculik - Beritasatu
Menlu: 9 WNI di Gaza Dicegat Israel, Bukan Diculik
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang hilang kontak dalam misi kemanusiaan menuju Gaza bukan diculik atau disandera Israel, melainkan dicegat (intercept) di perairan Gaza.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono seusai rapat kerja bersama Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan. Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan di-intercept karena memang mereka melarang kapal apa pun masuk ke wilayah tersebut,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, insiden tersebut serupa dengan pencegatan Kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 1.0 pada Oktober 2025. Saat itu, kapal berbendera Polandia juga dicegat militer Israel di perairan menuju Gaza.
Pemerintah Indonesia berharap sembilan WNI tersebut dapat segera dipulangkan dalam keadaan selamat seperti kejadian sebelumnya.
Sugiono mengatakan Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan sejumlah negara Timur Tengah yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk membantu proses pemulangan para WNI.
“Kami berkomunikasi melalui Yordania dan Turki yang bisa berhubungan langsung dengan Israel untuk memastikan warga negara kita diperlakukan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga meminta agar proses pemulangan dilakukan secepat mungkin.
“Kami berharap mereka segera dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sehat dan selamat,” tambah Sugiono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu