0
News
    Home Berita Featured Hari Buruh Monas Prabowo Subianto Spesial

    Momen Prabowo Tiba di Monas: Salami hingga Berjoget Bareng Buruh di Panggung - Kompas

    5 min read

     

    Momen Prabowo Tiba di Monas: Salami hingga Berjoget Bareng Buruh di Panggung


    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh atau May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

    Pantauan Kompas.com, Prabowo tiba pukul 08.37 WIB dengan menggunakan mobil Maung warna putih.

    Saat memasuki area Monas menuju panggung acara, Prabowo menyapa satu per satu warga dari atas Maung.

    Ia menoleh ke arah kanan dan kiri sambil melambaikan tangan dan memberikan sikap hormat.

    Sirine Perlintasan Kereta Bakal Dibangun Usai Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

    Baca juga: Prabowo Hadiri Hari Buruh di Monas, Disambut Lagu dari Tipe X

    Prabowo juga meraih tangan warga untuk menyalami mereka. Massa buruh yang hadir pun tampak antusias melihat kedatangan Prabowo ke lokasi.

    Saat berada di atas panggung, Prabowo pun sempat berjoget mengikuti alunan lagu Tipe X.

    Selain Prabowo, beberapa pejabat yang mendampingi di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi hingga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

    Sebagai informasi, peringatan Hari Buruh di Monas diikuti ratusan ribu buruh dari berbagai daerah.

    Baca juga: Naik Maung ke Monas, Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh

    Acara juga dimeriahkan penampilan hiburan dan artis di antaranya band Tipe X.

    Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan dalam aksi May Day hari ini akan membawa 11 tuntutan utama dalam perayaan Hari Buruh Internasional.

    Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru.

    Kedua, buruh meminta penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing) serta menolak praktik upah murah. “HOS, hapus outsourcing. TUM, tolak upah murah,” tegas Said.

    Ketiga, buruh menyoroti dampak konflik global yang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia, sehingga pemerintah diminta mengantisipasi risiko tersebut.

    Baca juga: Hari Buruh 2026: Ratusan Ribu Peserta Bakal Padati Monas, Prabowo Dijadwalkan Hadir

    Keempat, KSPI mendorong reformasi pajak, termasuk menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak menjadi Rp 7,5 juta serta menghapus pajak atas tunjangan hari raya (THR), jaminan hari tua, pesangon, dan jaminan pensiun.

    Kelima, buruh meminta pengesahan RUU perampasan aset sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi.

    Keenam, pemerintah diminta menyelamatkan industri tekstil dan produk turunannya (TPT) serta industri nikel dari ancaman PHK.

    Ketujuh, KSPI mendorong moratorium industri semen karena dinilai mengalami kelebihan pasokan (over supply).

    Baca juga: Wali Kota Bogor Tunjuk Eko Prabowo Jadi Plt Dirut Transportasi Pakuan

    Kedelapan, buruh meminta pemerintah meratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja, khususnya bagi pekerja perempuan.

    Kesembilan, KSPI juga memperjuangkan penurunan potongan tarif ojek online menjadi 10 persen.

    Kesepuluh, buruh mendesak revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial agar lebih berkeadilan.

    Kesebelas, buruh meminta pemerintah mengangkat guru dan tenaga honorer, termasuk PPPK paruh waktu, menjadi aparatur sipil negara (ASN) penuh waktu.

    Baca juga: Prabowo Taklimat di Depan 1.500 Dansat TNI, Kobarkan Semangat Juang dan Soliditas

    “Tidak ada lagi PPPK yang paruh waktu, semua harus penuh waktu," tegas Said.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Momen Prabowo Lempar Topi dan Joget Saat Hari Buruh di Monas

    Komentar
    Additional JS