0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Cathlyn Yvaine Lesmana Featured Kasus Makassar Paskibraka Pendidikan Pendidikan Tinggi Spesial

    Nasib Cathlyn Yvaine, Viral Gara-gara Dicoret dari Seleksi Paskibraka Istana, Kini Dapat Beasiswa - Tribunnews

    6 min read

     

    Nasib Cathlyn Yvaine, Viral Gara-gara Dicoret dari Seleksi Paskibraka Istana, Kini Dapat Beasiswa

    Ringkasan Berita:
    • Cathlyn Yvaine Lesmana dicoret dari calon Paskibraka nasional 2026 asal Makassar hingga memicu sorotan soal transparansi seleksi.
    • Perhimpunan INTI memberi beasiswa S1 kepada Cathlyn dan Meivylicha serta mendesak investigasi dugaan diskriminasi dan rasisme.
    • Kesbangpol Sulsel membantah adanya kecurangan atau diskriminasi dan menegaskan seleksi Paskibraka berjalan objektif sesuai aturan.

    TRIBUNNEWS.COM -  Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk upacara bendera 17 Agustus 2026 mendatang kembali menjadi sorotan.

    Kali ini datang dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dimana ada seorang peserta bernama Cathlyn Yvaine Lesmana namanya dicoret dari calon Paskibraka tingkat nasional tahun 2026.

    Namanya viral karena dugaan ketidak transparan dalam seleksi Paskibraka tingkat untuk penugasan di Istana Negara.

    Siswi asal SMA Swasta Cerdas Bangsa Makassar ini kemudian diganti dari daftar kuota nasional oleh peserta lain.

    Usai dicoret, kini Cathlyn dikabarkan mendapatkan beasiswa S1 dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

    Sekretaris Jenderal PP Perhimpunan INTI, Hardy Stefanus membenarkan hal tersebut.

    Selain Cathlyn, pihaknya juga memberikan beasiswa kepada Meivylicha Putri Aurelia Kamal, yang sebelumnya juga bersama agar bisa menembus Paskibraka nasional.

    Hardy tidak ingin kegagalan menjadi pematah semangat keduanya.

    Baca juga: Pencoretan Cathlyn dari Seleksi Paskibraka Sulsel Tuai Polemik, Pakar Soroti Transparansi

    “Ini adalah bentuk dukungan moral. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman ini tidak melemahkan semangat mereka, justru menjadi penguat untuk terus berprestasi,” ujarnya, dikutip dari TribunMakassar.com, Sabtu (30/5/2026).

    Hardy dalam kesempatannya juga mendesak panitia seleksi untuk transparan.

    “Proses ini perlu dijelaskan secara proporsional dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tutupnya.

    Albertus Yap, Ketua Pengurus Daerah INTI Sulsel turut memberikan komentarnya terkait polemik yang sudah terjadi.

    "Saya atas nama Pengurus Daerah INTI Sulawesi Selatan, menyesalkan jika benar terjadi dugaan diskriminasi atau rasisme terhadap Cathlyn, calon Paskibraka Nasional asal Makassar," katanya, dikutip dari Instagram @perhimpunaninti.

    Albertus melanjutkan, ini bukan hanya menyakiti individu, tetapi juga mencederai nilai luhur persatuan dan semangat kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

    "Kami menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan Indonesia. Tidak ada tempat bagi rasisme dalam bentuk apa pun."

    "Kami mendesak pihak terkait untuk bersikap transparan, objektif, dan profesional dalam setiap tahapan seleksi, serta melakukan klarifikasi dan investigasi menyeluruh agar keadilan dapat ditegakkan," tegasnya.

    Terakhir, Albertus mengatakan PD INTI Sulsel berkomitmen akan terus berdiri bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, menolak segala bentuk diskriminasi, dan memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

    Penjelasan Kesbangpol

    Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel, Bustanul Arifin mengatakan bahwa seleksi Paskibraka telah berjalan sesuai aturan.

    Kesbangpol di tingkat daerah sendiri berfungsi sebagai koordinator utama dan panitia pelaksana seleksi Paskibraka yang nantinya akan dikirimkan ke tingkat nasional.

    Bustanul Arifin membantah adanya kecurangan atau diskriminasi dalam penentuan peserta.

    "Dari awal kami pastikan pelaksanaan seleksi utusan kabupaten/kota ke provinsi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada titipan, apalagi diskriminasi rasial," Kata Bustanul Arifin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

    Diketahui, seleksi Paskibraka 2026 tingkat provinsi dinilai dari hasil TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelijensi Umum), kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), keterampilan, dan kepribadian peserta.

    Ia menuturkan, penilaian tersebut dilakukan langsung oleh tim seleksi pusat yang terdiri dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

    Baca juga: Dengar Nilai Cathlyn Calon Paskibraka Cukup, tapi Dicoret, Wali Kota Makassar: Berharap Proses Fair

    Bustanul juga menampik adanya isu diskriminasi etnis dalam perekrutan Paskibraka.

    "Yang agak lucu kenapa yang dipersoalkan adalah utusan kota Makassar yang kebetulan etnis Tionghoa. Padahal Kota Makassar mengirim tiga utusan putri, dan dari hasil seleksi utusan putri dari Makassar, utusan yang lain lebih tinggi (nilainya) dari utusan dimaksud (Cathlyn), harusnya yg lebih tinggi nilainya itu yg diperjuangkan"

    "Tidak ada menganulir sepihak atau penggantian, logikanya kalau ada anggapan menganulir pengumuman atau ada penggantian, harusnya ada pengumuman awal dan diganti dengan pengumuman baru, tunjukkan ke saya mana pengumuman yang dianulir atau diganti tersebut" pungkasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Setelah Dicoret Sebagai Paskibraka, Cathlyn Yvaine Dapat Beasiswa Kuliah dari INTI

    (Tribunnews.com/Endra/Renald)(Tribun-Timur.com/Muh Ainun Taqwa)

    Komentar
    Additional JS