0
News
    Home Banten Berita Featured Spesial

    Pemprov Banten Kaji Investasi Pengolahan Sampah Jadi Uap untuk Industri, Solusi Atasi Limbah dan Emisi Karbon - Merdeka

    17 min read

     

    Pemprov Banten Kaji Investasi Pengolahan Sampah Jadi Uap untuk Industri, Solusi Atasi Limbah dan Emisi Karbon

    Pemprov Banten kaji investasi PT Solusindo Sampah Energi untuk olah sampah jadi energi uap. Teknologi canggih ini janjikan solusi tuntas limbah tanpa residu, menekan emisi karbon.


    Pemprov Banten kaji investasi PT Solusindo Sampah Energi untuk olah sampah jadi energi uap. Teknologi canggih ini janjikan solusi tuntas limbah tanpa residu, menekan emisi karbon. (AntaraNews)

    Pemerintah Provinsi Banten tengah serius mempertimbangkan tawaran investasi inovatif dalam bidang pengelolaan limbah. Tawaran ini datang dari PT Solusindo Sampah Energi (SSE) yang mengklaim memiliki teknologi canggih untuk mengubah sampah menjadi energi uap. Konsep ini diharapkan dapat menjadi solusi ganda bagi permasalahan sampah dan kebutuhan energi industri di wilayah tersebut.

    Teknologi yang diusung oleh PT SSE disebut-sebut mampu mengolah 100 persen limbah tanpa memerlukan pemilahan awal dan hampir tidak menyisakan residu. Direktur PT SSE, Mahadir, menjelaskan bahwa teknologi ini berbeda dengan metode pengolahan sampah yang umum di Indonesia. Inisiatif ini berpotensi besar untuk mengatasi tumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

    Proyek percontohan ini ditargetkan akan beroperasi di Banten pada tahun 2026, menjadi yang pertama di Indonesia. Selain itu, investasi pengolahan sampah ini juga menawarkan potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi uap bagi sektor industri. Khususnya di kawasan industri Cilegon yang selama ini masih bergantung pada sumber energi konvensional seperti batu bara.

    Teknologi Canggih dan Potensi Energi Bersih

    PT Solusindo Sampah Energi (SSE) memperkenalkan teknologi pengolahan sampah mutakhir yang dikembangkan dari Jepang. Teknologi ini telah sukses diterapkan di berbagai negara seperti Singapura, Dubai, dan India, menunjukkan efektivitas dan keandalannya. Keunggulan utamanya adalah kemampuan mengolah sampah tanpa pemilahan awal dan menghasilkan hampir nol residu.

    Mahadir, Direktur PT SSE, mengungkapkan bahwa teknologi konvensional di Indonesia rata-rata hanya mampu mengolah sekitar 40 persen sampah. Hal tersebut menyisakan sebagian besar sebagai masalah baru. Dengan solusi yang ditawarkan SSE, setiap 1.000 ton sampah dapat diubah menjadi sekitar 2.400 hingga 2.500 ton steam. Energi uap ini sangat dibutuhkan oleh sektor industri.

    Pemanfaatan steam dari pengolahan sampah ini sangat relevan untuk kawasan industri di Cilegon. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menyoroti bahwa kebutuhan steam di Cilegon mencapai sekitar 600 ton per hari. Transisi ke sumber energi ini akan secara signifikan menekan emisi karbon dan gas rumah kaca, mendukung keberlanjutan lingkungan.

    Skema Investasi dan Tantangan Logistik Sampah

    Proyek investasi pengolahan sampah ini sepenuhnya merupakan inisiatif swasta, tanpa melibatkan anggaran pemerintah daerah. Mahadir menjelaskan bahwa nilai investasi diperkirakan mencapai Rp4 triliun untuk kapasitas pengolahan 3.000 hingga 4.000 ton sampah per hari. Pihak perusahaan juga berkomitmen mengelola sistem logistik secara terintegrasi guna menjamin pasokan bahan baku yang stabil.

    Meskipun prospeknya cerah, tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan bahan baku sampah. Wawan Gunawan dari DLH Banten mengakui bahwa sebagian timbulan sampah di Cilegon telah dialokasikan untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program PSEL ini sedang dicanangkan di beberapa wilayah Banten, sehingga memerlukan strategi pasokan sampah yang cermat.

    Untuk mengatasi masalah pasokan, solusi yang paling mungkin adalah mengambil sampah dari daerah lain seperti Lebak dan Pandeglang. Hal ini memerlukan pendekatan dan koordinasi lebih lanjut dengan investor serta pemerintah daerah terkait. Pemprov Banten belum membuat keputusan final, namun pimpinan daerah telah merespons positif usulan ini. Mereka akan mematangkan skema pengangkutan sampah dan operasional di masa depan.

    Sumber: AntaraNews

    Modus Jahat Kiai Bejat Diduga Cabuli 50 Santriwati, Warga Ngamuk, Tuntut Hukuman Berat!

    Sorot
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    Topik Terkait
    {{caption}}

    Bangka Tengah Jajaki Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Teknologi, Solusi Atasi Timbunan Sampah

    Pemerintah Bangka Tengah serius jajaki pengelolaan sampah modern berbasis teknologi canggih. Solusi inovatif ini diharapkan mampu atasi timbunan sampah yang kian meningkat di daerah tersebut.

    {{caption}}

    Bangka Tengah Jajaki Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Teknologi, Solusi Atasi Timbunan Sampah

    Pemerintah Bangka Tengah serius jajaki pengelolaan sampah modern berbasis teknologi canggih. Solusi inovatif ini diharapkan mampu atasi timbunan sampah yang kian meningkat di daerah tersebut.

    {{caption}}

    Bangka Tengah Jajaki Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Teknologi, Solusi Atasi Timbunan Sampah

    Pemerintah Bangka Tengah serius jajaki pengelolaan sampah modern berbasis teknologi canggih. Solusi inovatif ini diharapkan mampu atasi timbunan sampah yang kian meningkat di daerah tersebut.

    {{caption}}

    Hebat! Muaro Jambi Bakal Pakai Teknologi Insinerator Tanpa Bahan Bakar yang Bisa Beroperasi 24 Jam untuk Atasi Sampah

    Pemkab Muaro Jambi segera adopsi teknologi insinerator tanpa bahan bakar untuk tangani masalah sampah. Inovasi ini diharapkan mampu ciptakan lingkungan bersih dan bernilai ekonomis.

    {{caption}}

    Banyuwangi Bakal Kembangkan Bahan Bakar dari Sampah

    Pemkab Banyuwangi terus melakukan berbagai langkah pengolahan sampah.

    Komentar
    Additional JS