0
News
    Home Berita Featured Filipina Nikel Spesial

    Pemerintah Kaji Peluang Impor Nikel dari Filipina, Ini Tujuannya - Merdeka

    32 min read

     

    Pemerintah Kaji Peluang Impor Nikel dari Filipina, Ini Tujuannya

    Pemerintah mengkaji peluang impor nikel dari Filipina untuk mendukung industri baterai kendaraan listrik dan penguatan energi kawasan ASEAN.



    Pemerintah Kaji Peluang Impor Nikel dari Filipina, Ini Tujuannya
    Pemerintah Kaji Peluang Impor Nikel dari Filipina, Ini Tujuannya (merdeka.com)

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah mengkaji peluang impor nikel dari Filipina.

    Pembahasan itu akan menjadi salah satu agenda dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Filipina pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tanggal 7-8 Mei 2026.

    Menurut Bahlil, rencana tersebut berkaitan dengan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Indonesia.

    "Bukan berarti kerja sama untuk kita investasi di sana, tapi mereka (Filipina) mungkin bisa menyuplai kalau kita kekurangan bahan bakunya. Itu bisa disuplai dari mana saja," kata dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

    Isu Energi Jadi Fokus KTT ASEAN

    Dirinya menjelaskan isu energi menjadi salah satu pembahasan utama dalam KTT ASEAN di Filipina, selain isu ketahanan pangan kawasan.

    "Tuan rumahnya Filipina, isunya itu ada dua. Yang pertama adalah isu pangan dan yang kedua adalah energi, di mana energi kita akan membangun satu kekuatan energi di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.

    Ia menyebut penguatan kerja sama energi di kawasan menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku industri kendaraan listrik.

    Nikel Bahan Baku Utama

    Dalam pembahasan tersebut, nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik ikut menjadi perhatian.

    Indonesia saat ini tengah membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik dari sektor hulu hingga hilir, sementara tidak semua negara di Asia Tenggara memiliki kemampuan serupa.

    "Terkait dengan nikel, Indonesia membuka diri saja. Jadi, itu tidak ada masalah sebenarnya, secara B2B (Business to Business). Toh industri kita banyak," imbuh Bahlil.

    Sorot
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    Topik Terkait
    {{caption}}

    Indonesia Targetkan Hilirisasi Baterai Kendaraan Listrik dalam Dua Tahun, Perkuat Ekosistem EV Nasional

    Pemerintah Indonesia menargetkan hilirisasi baterai kendaraan listrik, khususnya berbasis nikel, dalam dua tahun ke depan untuk memperkuat ekosistem EV nasional dan mengurangi emisi.

    {{caption}}

    Bos Mind ID: Indonesia Mampu Penuhi 75 Persen Kebutuhan Nikel Global

    Indonesia berencana untuk memperkuat pengembangan bahan baku untuk material baterai EV.

    {{caption}}

    Bulan Ini, Indonesia Siap Ekspor Produk Nikel untuk Tesla

    Indonesia siap eskpor secara prekursor baterai kendaraan listrik untuk Tesla

    {{caption}}
    {{caption}}

    Bahlil Akui Tesla Pakai LFP, Tapi Nikel Tetap yang Terbaik

    LFP dipakai Tesla untuk memproduksi mobil listrik yang masih tergolong standar.

    {{caption}}
    {{caption}}

    Windfall Tax Bisa Dongkrak Penerimaan Negara Rp66 Triliun, Ini Kata Celios

    Penerapan Windfall Tax atas keuntungan tak terduga perusahaan batu bara dan nikel diproyeksikan Celios mampu meningkatkan penerimaan negara hingga puluhan triliun rupiah, di tengah kebutuhan APBN yang mendesak.

    {{caption}}

    Industri Pertambangan Nasional Hadapi Badai Regulasi dan Gejolak Global

    Perubahan regulasi terkait persetujuan RKAB menjadi isu krusial bagi kelangsungan operasional pertambangan.

    {{caption}}

    Pemerintah Buka Peluang Relaksasi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel di Tengah Gejolak Harga Global

    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka peluang relaksasi kuota produksi batu bara dan nikel menyusul kenaikan harga komoditas global. Kebijakan ini diambil untuk mengoptimalkan penerimaan negara di tengah ketegangan geopolitik.

    {{caption}}

    Vale Indonesia Percepat Operasi Smelter Nikel HPAL Pomalaa, Target Q3 2026

    PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mempercepat target operasi smelter nikel HPAL Pomalaa di Sulawesi Tenggara menjadi kuartal ketiga 2026, lebih awal dari jadwal, untuk produksi bahan baku baterai kendaraan listrik.

    {{caption}}

    Menteri Bahlil Kaji Setop Ekspor Timah, Perkuat Hilirisasi Ekonomi Nasional

    Menteri Bahlil Lahadalia mengkaji rencana setop ekspor timah mentah untuk memperkuat hilirisasi industri dalam negeri, sebuah langkah krusial dalam transformasi ekonomi nasional yang diharapkan menciptakan nilai tambah.

    {{caption}}

    Peluang Emas: Indonesia Perlu Perdalam Kerja Sama Transisi Energi dengan AS

    Ekonom menyoroti pentingnya Indonesia memperdalam kerja sama transisi energi dengan AS, melampaui isu tarif, demi percepatan hilirisasi dan penguatan daya saing industri nasional.

    {{caption}}

    Perusahaan Energi Asal Italia Temukan Cadangan Gas Besar di Kaltim, Bahlil: Luar Biasa, Ini Giant

    Perusahaan Energi Asal Italia, Eni, menemukan cadangan gas jumbo di Blok Ganal Kaltim. Produksi ditargetkan mulai 2028 dengan potensi hingga 3.000 MMSCFD.

    {{caption}}
    {{caption}}

    Usai Ratas di Hambalang, Bahlil Sebut Pemerintah Bakal Genjot Hilirisasi

    Pemerintah percepat hilirisasi dan penguatan energi nasional. Bahlil ungkap 13 proyek baru senilai Rp239 triliun tengah difinalisasi.

    {{caption}}

    Strategi Kedaulatan Energi Indonesia di Tengah Gejolak Global

    Indonesia mengorkestrasi strategi kedaulatan energi yang komprehensif di tengah ketidakpastian global, melalui efisiensi, diversifikasi pasokan, dan transisi energi hijau untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

    {{caption}}

    Perkuat Kolaborasi Energi Indo-Pasifik, Bahlil Tekankan Saling Menguntungkan di Tengah Ketidakpastian Global

    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyerukan penguatan Kolaborasi Energi Indo-Pasifik yang saling menguntungkan di Tokyo, menyoroti ketidakpastian pasokan energi global dan ketegangan geopolitik.

    {{caption}}

    VIDEO: Perintah Prabowo! Bahlil Kirim 1.000 Genset dan 3.000 Kompor ke Aceh

    Bahlil Lahadalia melepas pengiriman 1.000 unit genset dan 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator serta selang untuk membantu warga terdampak bencana

    Komentar
    Additional JS