0
Terkini
    Home Anambas Bakteri Berita Boraks Featured Kasus Kesehatan Makan Bergizi Gratis Spesial

    Penyebab 162 Siswa di Anambas Keracunan: MBG Mengandung Boraks-Kontaminasi Bakteri - detik

    3 min read

     

    Penyebab 162 Siswa di Anambas Keracunan: MBG Mengandung Boraks-Kontaminasi Bakteri

    Jakarta -

    Kasus keracunan massal yang menimpa seratusan siswa di Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, belakangan terungkap. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terbukti mengandung boraks hingga kontaminasi bakteri berbahaya.

    Peristiwa ini terjadi pada 15 April 2026, menyebabkan sedikitnya 162 siswa mengalami keracunan.

    Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, mengatakan hasil tersebut diperoleh dari dua tahap pemeriksaan. Awalnya dilakukan uji cepat oleh Dinas Kesehatan setempat saat kejadian, kemudian dilanjutkan uji laboratorium oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Hasil rapid test menunjukkan adanya kandungan boraks pada menu telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran, dengan kadar berkisar 100 hingga 5.000 mg/L," kata Arie, Minggu (3/5), dikutip dari Antara.

    Ia menegaskan, penggunaan boraks pada makanan tersebut tidak semestinya dilakukan. Pasalnya, bahan seperti telur, tempe, dan sayur tidak membutuhkan tambahan pengawet kimia.

    "Ini jadi perhatian serius karena penggunaannya tidak sesuai dan berisiko bagi kesehatan," ujarnya.

    Tak hanya boraks, hasil uji laboratorium juga menemukan kontaminasi bakteri berbahaya, yakni Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus cereus.

    SPPG Diminta Perbaiki Standar

    BGN meningkatkan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk. Koordinator BGN wilayah Kepulauan Anambas, Sahril, menyebut operasional SPPG hanya bisa dilanjutkan jika seluruh standar terpenuhi.

    Salah satu syaratnya adalah memperbarui Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

    "Kami tekankan SPPG harus meningkatkan pengawasan dan melakukan perbaikan sesuai standar BGN," ujarnya.

    Pemerintah daerah sebelumnya juga telah melakukan pengujian sampel makanan menggunakan rapid test serta mengirimkannya ke BPOM Batam untuk analisis lanjutan.

    Hasilnya, selain kandungan boraks dengan kadar cukup tinggi, juga ditemukan bakteri E. coli yang memperkuat dugaan penyebab keracunan massal tersebut.

    Lihat juga Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin

    (naf/naf)

    Komentar
    Additional JS