Prabowo: Anak Muda Jangan Semua Mau Jadi ASN dan Pejabat Pemerintahan - Liputan6
Prabowo: Anak Muda Jangan Semua Mau Jadi ASN dan Pejabat Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto meminta anak-anak muda Indonesia harus berani menjadi pengusaha muda.
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta anak-anak muda Indonesia jangan lagi berbondong-bondong ingin menjadi ASN atau menjadi pejabat di pemerintahan. Prabowo menyatakan pemerintah kini mendorong agar pemuda belajar kewirausahaan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
"Kita harus menumbuhkan golongan pengusaha yang baru, yang muda-muda. Untuk itu pemerintah ingin membuka pendidikan-pendidikan kewirausahaan, entrepreneursip. Kita ingin anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).
Menurut Prabowo, anak muda harus berani menjadi pengusaha muda, pemerintah akan mendorong lewat pendidikan dan bantuan modal.
"Anak muda harus berani untuk berasia g dengan dunia usaha. Kita punya angka muda hebat-hebat, ini yang sedang kita godok bersama. Begitu kita selesai kita juga akan beri kredit start UP, beri kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha kuat baru," pungkas Prabowo.
Indonesia Bisa jadi Negara Makmur dan Adil
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6375879/original/004629300_1779251009-Prabowo_Rapat.jpeg)
Sebelumnya, Prabowo menegaskan Indonesia sangat bisa menjadi negara makmur dan adil, apabila menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Cetak biru itu dituangkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang harusnya kita jalankan sebagai bangsa," ucap Prabowo.
Menurutnya, para pendiri bangsa telah merumuskan konsep pengelolaan ekonomi nasional berdasarkan pengalaman panjang penjajahan dan eksploitasi sumber daya Nusantara oleh bangsa asing.
Para pendiri bangsa, lanjut Prabowo, memahami bahwa kekayaan Indonesia selama ratusan tahun diambil oleh negara-negara penjajah untuk memperkaya diri mereka sendiri.
"Mereka melihat dan merasakan kekayaan Nusantara ratusan tahun diambil oleh penjajah-penjajah kita untuk memperkaya mereka," terang dia.
Singgung Belanda
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6376199/original/034828300_1779251410-Prabowo_DPR.jpeg)
Prabowo lantas menyinggung Belanda yang sempat memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia selama ratusan tahun karena menguasai wilayah Nusantara.
"Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita. Karena mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia," kata dia.
Prabowo kemudian mengajak seluruh elite nasional untuk menghadapi berbagai tantangan agr tidak kembali mengalami eksploitasi ekonomi oleh kekuatan asing.
"Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah," ucap dia.
"Saya ingin pertegas hari ini keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh menjadi negara yang makmur dan adil," pungkas Prabowo.