Prabowo: Bangsa yang Tidak Bersatu Membuat Kekayaan Diambil - Liputan6
Prabowo: Bangsa yang Tidak Bersatu Membuat Kekayaan Diambil
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pentingnya persatuan bangsa saat menyampaikan pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengulas sejarah Nusantara dan menilai para pendiri bangsa telah menyadari bahwa lemahnya kepemimpinan serta perpecahan dapat berdampak pada hilangnya potensi kekayaan nasional.
"Para pendiri bangsa kita sadar bahwa pemimpin di Nusantara lemah, tidak bersatu, maka kekayaan Nusantara akan terus diambil oleh kekuatan lain. Ini sejarah, ini terjadi," kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo mengajak seluruh pihak melihat fakta sejarah secara terbuka. Dia menyinggung sejumlah negara yang menurutnya memiliki tingkat kesejahteraan tinggi selama ratusan tahun, salah satunya karena memanfaatkan kekayaan dari berbagai wilayah dunia.
"Mari kita buka fakta. Ada negara yang sejak 1500, dilanjutkan 1600, dilanjutkan 1700, dilanjutkan 1800 memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia selama 400 tahun," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo tidak secara spesifik menyebut negara yang dimaksud dalam pidato tersebut.
Pidato Prabowo disampaikan dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027. Berdasarkan jadwal, Prabowo mulai menyampaikan pidatonya sekitar pukul 10.25 WIB dan dijadwalkan berbicara selama kurang lebih 45 menit.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menggunakan narasi sejarah untuk menekankan pentingnya kekompakan nasional dalam menjaga serta mengelola kekayaan Indonesia di masa mendatang.