Prabowo Kepalkan Tangan Bareng Buruh Saat Lagu Internasionale Menggema di May Day - GARUDA TV
Prabowo Kepalkan Tangan Bareng Buruh Saat Lagu Internasionale Menggema di May Day – GARUDA TV
JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026), berlangsung dengan suasana penuh semangat. Momen menarik terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto turut mengepalkan tangan bersama massa buruh di atas panggung, diiringi lagu “Internasionale” yang menambah kuat suasana kebersamaan dalam peringatan tersebut.
Lagu yang identik dengan gerakan buruh global itu kembali menggema usai Prabowo menyelesaikan pidatonya di hadapan ribuan peserta aksi. Sejumlah pimpinan serikat buruh yang berada di panggung kemudian mengajak kepala negara tersebut untuk ikut bernyanyi bersama.
Prabowo pun merespons ajakan itu dengan ikut melantunkan lirik lagu tersebut sambil mengepalkan tangan, mengikuti irama semangat yang disuarakan massa buruh di Lapangan Monas. Suasana kian menggelora dengan kibaran bendera organisasi buruh yang memenuhi area aksi.
Di penghujung lagu, Prabowo bersama para buruh meneriakkan yel-yel kebangsaan. “Hidup Buruh!” serunya tiga kali, yang kemudian dilanjutkan dengan pekikan “Hidup Indonesia!” sambil mengepalkan tangan ke udara, disambut riuh oleh massa.
Setelah itu, Prabowo turun dari panggung dan menyempatkan diri menyalami para buruh yang berada di sekitar lokasi sebelum meninggalkan area acara.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan sejumlah kebijakan baru yang disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pekerja, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Ia mengumumkan telah menandatangani regulasi baru terkait perlindungan awak kapal perikanan.
“Saudara-saudara sekalian, ada satu lagi hadiah untuk buruh. Saya juga baru saja tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 25 tahun 2026 tentang ratifikasi konvensi International Labour Organization Nomor 188 untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan,” kata Prabowo.
Kebijakan tersebut merujuk pada ratifikasi konvensi Organisasi Perburuhan Internasional International Labour Organization Nomor 188 yang berfokus pada perlindungan kerja bagi awak kapal perikanan.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan dan peresmian ribuan kampung nelayan sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Prabowo menyebut pada tahun ini akan diresmikan 1.386 kampung nelayan, yang akan terus ditingkatkan dalam beberapa tahun ke depan.
“Pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia nelayan diurus. Tahun depan kita akan buka 1.500 kampung nelayan, tahun depannya lagi 1.500, tahun depannya lagi 1.500. Semuanya nanti kurang lebih ada 6 juta nelayan yang akan kita perbaiki hidupnya dengan anak dan istri 20 juta lebih rakyat Indonesia hidupnya akan lebih baik, hidupnya akan sejahtera, yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” ujar Prabowo.
Peringatan May Day di Monas tahun ini menjadi salah satu momentum yang diwarnai interaksi langsung antara Presiden dan massa buruh, sekaligus penegasan arah kebijakan pemerintah dalam isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan sektor informal.