-->
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo: Kita Jangan Jadi Pemerintah yang Santai dan Leha-Leha - Liputan6

    8 min read

     

    Prabowo: Kita Jangan Jadi Pemerintah yang Santai dan Leha-Leha

    Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

    Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah bekerja cepat dan tidak terlalu santai, jangan bagaimana nanti.

    Apa pesan utama Presiden Prabowo kepada pemerintah?Mengapa Prabowo menekankan percepatan izin usaha seperti AMDAL?Apa yang akan terjadi pada pejabat yang tidak bekerja dengan baik?

     Baca artikel ini 6x lebih cepat

    Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah bekerja cepat dan tidak terlalu santai. Dia menegaskan jajaran menteri tidak bekerja kumaha engkek atau bagaimana nanti sebab masyarakat menuntut pemerintah bekerja cepat.

    "Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engkek wae (bagaimana nanti saja)," kata Prabowo Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

    "Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engkek kumaha (nanti bagaimana), bukan kumaha-engkek," sambungnya.

    Dia menekankan pemerintah harus memperbaiki diri, salah satunya mengenai kemudahan izin berusaha. Prabowo mencontohkan negara lain yang dengan cepat memberikan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), berbeda dengan Indonesia.

    "Kalau negara di sekitar kita bisa memberi izin usaha, bisa memberi AMDAL dalam 3 minggu, kenapa kita harus berbulan-bulan bahkan 3 tahun?" tutur Prabowo.

    Prabowo menegaskan, semua pejabat bisa diganti, meskipun sudah berstatus ASN. Dia mengingatkan bahwa rakyat saat ini menuntut pemerintah bekerja dengan baik dan benar.

    "Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan. Kalau tidak, suruh dia tinggal di rumah saja, biar dia malu sama istri dan anaknya," ucap Prabowo.

    Dia menyampaikan Indonesia harus menjadi negara yang hebat demi masa depan negara. Untuk itu, Prabowo mengajak pemimpin-pemimpin pemerintah daerah di setiap tingkatan juga untuk bekerja sama melakukan pembenahan.

    "Mari bersama-sama kita bersihkan aparat kita semuanya," jelas Prabowo.

    Prabowo: Rakyat Tak Bermimpi Kaya Raya, Hanya Ingin Hidup Layak

    Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

    Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, rakyat Indonesia tidak bermimpi untuk menjadi kaya raya, melainkan hanya ingin hidup layak dan baik, tanpa mengalami kesulitan.

    "Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik. Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari, bisa memberi susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bilamana anak mereka sakit atau bapak mereka sakit," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

    Menurut dia, masyarakat Indonesia hanya bermimpi memiliki rumah layak dan mendapat akses pendidikan merata. Selain itu, rakyat membutuhkan pekerjaan dan pendapatan yang cukup.

    "Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup," tutur dia.

    Kekayaan Alam untuk Rakyat

    Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

    Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

    Prabowo menekankan komitmennya menjalankan Pasal 33 UUD 1945 agar masyarakat Indonesia mendapat kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak. Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya.

    "Setelah saya evaluasi, setelah saya melihat angka-angka, setelah saya melihat sungguh betapa besarnya kekayaan kita, saya semakin yakin bahwa menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 ini haruslah menjadi tanggung jawab kita semua," jelas Prabowo.

    Kepala Negara meyakini masyarakat Indonesia mendukung upaya pemerintah tersebut. Dia menekankan, bumi dan air dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

    "Itu adalah cita-cita pendiri bangsa kita, dan hanya itu yang bisa membuat kita tinggal landas mencapai cita-cita kita semua," Prabowo menandaskan.

    Komentar
    Additional JS