Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai Jika Tak Mampu- Liputan6
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai Jika Tak Mampu
Presiden Prabowo juga mengungkapkan keluhan pelaku usaha terkait praktik pungutan liar dan birokrasi yang menghambat kegiatan ekonomi.
Apa yang disoroti Presiden Prabowo Subianto terkait Ditjen Bea Cukai?Tindakan apa yang diminta Prabowo kepada Menteri Keuangan terkait pimpinan Bea Cukai?Mengapa Prabowo menekankan pemerintah harus bekerja cepat dan responsif?
Baca artikel ini 6x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) yang menurut dia harus segera diperbaiki. Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa mengambil langkah tegas dengan mengganti pimpinan Ditjen Bea Cukai apabila pimpinan lembaga tersebut tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
"Untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti,” tegasnya dalam sidang paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, di DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Prabowo juga mengingatkan jajaran pemerintah agar bekerja cepat dan responsif terhadap tuntutan masyarakat. Ia menilai pemerintah tidak boleh bekerja santai atau membiarkan persoalan berlarut-larut.
“Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engkeh wae. Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engkek kumaha, bukan kumaha engkek,” kata Prabowo.
Prabowo mengaku banyak menerima keluhan pelaku usaha terkait praktik pungutan liar dan birokrasi yang dinilai menghambat kegiatan ekonomi.
"Kita harus berani memperbaiki institusi-institusi kita semua. Kita harus bertekad membangun pemerintah yang kuat, profesional, yang tidak korup,” kata Prabowo.
Ia mengaku menerima banyak laporan dari kalangan pengusaha mengenai praktik pungli dalam proses pelayanan. Karena itu, Prabowo meminta seluruh kementerian dan lembaga segera membersihkan birokrasi di internal masing-masing.
Menurut dia, pimpinan instansi tidak boleh ragu menindak aparat yang melakukan pelanggaran ataupun penyalahgunaan wewenang.
"Semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik, hilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik-praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita,” ujarnya.
Prabowo dan Gibran Hadiri Rapat Paripurna DPR
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6381080/original/009200200_1779256262-3.jpg)
Sebelumnya, Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 202. Prabowo akan menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Gedung Parlemen Jakarta pukul 09.30 WIB, Rabu pekan ini. Prabowo hadir bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Keduanya kompak mengenakan setelan jas bewarna biru dan dasi biru. Prabowo dan Gibran lantas melakukan sesi foto bersama dengan para Pimpinan DPR.
Mulai dari, Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa. Setelahnya, Prabowo dan Gibran memasuki ruang Rapat Paripurna.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026) pagi. Prabowo akan menyampaikan pidato mengenaoKerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027.