Prabowo Ungkap Bea Cukai Pernah di-Outsourcing ke Swasta - Liputan6
Prabowo Ungkap Bea Cukai Pernah di-Outsourcing ke Swasta
Dalam pidato RAPBN 2027, Prabowo menyoroti praktik under invoicing hingga perlunya pembenahan lembaga Bea Cukai.
Apa yang disoroti Presiden Prabowo Subianto terkait kebocoran kekayaan negara?Bagaimana praktik under invoicing dilakukan menurut Prabowo?Apa usulan Prabowo terkait institusi Bea Cukai?
Baca artikel ini 6x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa institusi Bea Cukai pernah diserahkan pengelolaannya kepada pihak swasta pada masa Orde Baru. Pernyataan itu disampaikan saat menyoroti praktik under invoicing hingga kebocoran kekayaan negara dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Sebelumnya, Prabowo menjelaskan praktik under invoicing atau pelaporan nilai transaksi di bawah nilai sebenarnya yang menurutnya telah berlangsung dalam waktu panjang dan menjadi salah satu sumber kebocoran ekonomi nasional.
"Yang terjadi adalah under invoicing. Under invoicing adalah sebenarnya fraud atau penipuan. Yang mereka jual tidak dilaporkan sebenarnya," kata Prabowo.
Dia menjelaskan praktik tersebut dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan membentuk perusahaan di luar negeri untuk mencatat nilai transaksi yang lebih rendah dibanding nilai riil.
"Banyak mereka membuat perusahaan di luar negeri, dijual di luar negeri yang harganya jauh di bawah harga yang sebenarnya. Ini yang terjadi. Ini adalah data dari PBB," ujarnya.
Prabowo juga mencontohkan dugaan manipulasi dalam pelaporan ekspor komoditas.
"Katakanlah kita kirim 10 ribu ton batu bara, kita hanya laporkan 5 ribu ton. Itu bisa di Indonesia. Di sana tidak bisa, itu dicatat. Itu terjadi dengan kelapa sawit, itu terjadi dengan semua komoditas," kata Prabowo.
Menurut dia, praktik tersebut merupakan bentuk "penipuan di atas kertas" yang ikut menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Selain itu, dia juga menyoroti praktik penyelundupan melalui pelabuhan.
"Itu adalah penipuan di atas kertas. Ada lagi penyelundupan melalui pelabuhan. Kita harus berani mengatakan yang merah-merah, yang putih-putih. Kita harus perbaiki lembaga pemerintah kita," ujarnya.
Pembenahan Institusi Bea Cukai
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6369417/original/092149900_1779244602-WhatsApp_Image_2026-05-20_at_09.32.44.jpeg)
Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus menyoroti perlunya pembenahan di institusi Bea Cukai. Dia mengungkapkan pengalaman pada era Orde Baru ketika pengelolaan layanan tersebut pernah dialihkan kepada pihak swasta.
"Bea Cukai harus kita perbaiki. Saya masih ingat di zaman Orde Baru, saking parahnya Bea Cukai, kita tutup Bea Cukai. Kita outsourcing ke swasta dan penghasilan negara naik. Apa enggak sedih itu?" kata Prabowo.
Dia menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai ajakan untuk melakukan evaluasi bersama.
"Ini perjuangan kita semua. Saya bukan menjatuhkan modal siapa pun, tapi sudah saatnya kita bicara jujur kepada diri kita, bicara jujur kepada rakyat kita," ujar Prabowo.
Tim Redaksi