0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Lomba Cerdas Cermat Pendidikan Spesial Tekno WhatsApp

    Siswi LCC 4 Pilar yang Protes Juri Diteror Ancaman Somasi via WA -

    3 min read

     

    Siswi LCC 4 Pilar yang Protes Juri Diteror Ancaman Somasi via WA

    Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) yang digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. (Istimewa)

    Jakarta, Beritasatu.com - Nama Josepha Alexandra menjadi sorotan publik setelah video protesnya terhadap keputusan juri pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.

    ADVERTISEMENT

    Polemik tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah pihak keluarga mengaku mendapat tekanan dan ancaman somasi terkait video yang telah tersebar luas.

    ADVERTISEMENT

    Dalam unggahan yang beredar di media sosial, kakak Josepha mengungkapkan bahwa adiknya mengalami tekanan mental setelah video protes itu viral. Ia menyebut Josepha sampai sulit tidur dan kehilangan nafsu makan akibat tekanan yang diterima.

    “Adikku peserta LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat. Dia jawab benar, tetapi dapat minus 5. Tim lain jawab hal yang sama persis, dapat plus 10,” tulisnya di akun media sosial yang dikutip pada Selasa (12/5/2026).

    Ia juga mempertanyakan keputusan juri yang dianggap tidak konsisten saat memberikan penilaian kepada peserta lomba. Menurut pengakuan tersebut, jawaban Josepha dinilai salah, sementara jawaban serupa dari tim lain justru dinyatakan benar.

    “Di depan kamera live YouTube MPR RI, dia jawab lantang, ‘anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan presiden.’ Juri bilang salah dan minus 5. Soal dilempar ke tim lain. Jawaban sama. Juri bilang ini sudah benar dan nilai 10. Aku replay sampai mataku panas. Tidak ada bedanya,” tulisnya lagi.

    Ia juga mengungkapkan sang adik ini kebingungan lantaran viral. Ia bertanya ke sang kakak, apakah harus meminta maaf.

    “Dia nanya ke aku, ‘kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh’. Dan aku enggak tahu harus jawab apa. Menurut kalian, apa adikku perlu buat video permintaan maafnya? Harus ngapain adikku ini,” tanyanya di sosial media.

    Kakak Josepha menilai adiknya hanya menyampaikan keberatan secara wajar dan meminta perlakuan yang adil dalam perlombaan tersebut. Ia membantah anggapan bahwa Josepha sengaja mencari sensasi.

    “Dia bukan lebay. Dia bukan cari drama. Dia cuma minta satu hal yang paling basic, yakni diperlakukan adil,” tulisnya.

    Selain itu, sang kakak mengatakan, Josepha mengaku menerima pesan WhatsApp dari pihak tak dikenal yang meminta video viral tersebut dihapus dari media sosial. Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat pesan bernada ancaman somasi jika video tidak diturunkan.

    “Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi,” demikian isi pesan ancaman yang diunggah sang kakak.

    Unggahan tersebut memicu gelombang simpati dari warganet. Banyak netizen memberikan dukungan kepada Josepha dan meminta polemik penilaian dalam lomba tersebut diusut secara transparan.

    Di tengah polemik yang berkembang, Josepha juga disebut mendapat tawaran beasiswa ke China dari anggota MPR. Dalam unggahan lain disebutkan bahwa langkah itu merupakan bentuk apresiasi atas keberaniannya menyuarakan pendapat.

    “Ini bentuk apresiasi, dia anak bangsa yang berani menyuarakan dan mempertahankan kebenaran, kita harus dukung,” tulis unggahan yang beredar.

    Hingga kini, polemik terkait penilaian LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial dan belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak penyelenggara terkait dugaan intimidasi maupun ancaman somasi yang viral tersebut.

    Komentar
    Additional JS