0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial TNI AL

    TNI AL Berencana Perbanyak Kapal Kecil Lincah dan Hemat Bahan Bakar untuk Awasi Selat Sempit - Tribunnews

    9 min read

     

    TNI AL Berencana Perbanyak Kapal Kecil Lincah dan Hemat Bahan Bakar untuk Awasi Selat Sempit

    TNI AL menyiapkan strategi baru dalam memperkuat pengamanan wilayah perairan Indonesia dari aksi penyelundupan.

    Tayang:


    TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI

    KAPAL TNI AL - Kapal Angkatan Laut (KAL) Pandang dalam pengamanan perairan Tanjung Balai. TNI AL terus perkuat keamanan laut dengan kapal-kapal kecil untuk mengawasi selat sempit. /Foto.dok 

    Ringkasan Berita:
    • TNI AL berencana memperbanyak kapal patroli kecil yang lincah dan hemat bahan bakar untuk memperkuat pengawasan di selat-selat sempit rawan penyelundupan.
    • Panglima Koarmada RI Denih Hendrata mengatakan kapal besar tetap difokuskan untuk tugas tempur dan pengawasan jalur internasional seperti Selat Malaka dan ALKI.
    • Sementara kapal kecil diproyeksikan untuk patroli wilayah perbatasan dan menekan penyelundupan, termasuk narkoba, yang kerap masuk melalui jalur laut Indonesia.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan strategi baru dalam memperkuat pengamanan wilayah perairan Indonesia dari aksi penyelundupan.

    Panglima Koarmada RI, Laksdya TNI Denih Hendrata, mengungkapkan rencana pengembangan armada dengan memperbanyak kapal-kapal berukuran kecil yang memiliki kemampuan manuver tinggi.

    Langkah ini diambil mengingat karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak selat sempit, yang sering kali dimanfaatkan sebagai jalur masuk barang ilegal.

    "Negara kita atau wilayah kita ini adalah negara kepulauan yang banyak selat. Dari utara ke selatan, dari barat ke timur," ujar Laksdya TNI Denih Hendrata di Markas Komando Armada RI, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

    Denih menjelaskan meskipun TNI AL terus mendatangkan kapal-kapal perang baru berukuran besar, armada tersebut lebih diproyeksikan untuk tugas tempur dan pengawasan di jalur pelayaran internasional.

    "Kalau kapal-kapal yang baru ini lebih proyeksi kepada kemampuan tempur ya karena kapal-kapal besar yang bisa untuk mengawasi alur-alur pelayaran internasional. Masuk Selat Malaka, ALKI 1, ALKI 2, ALKI 3," jelasnya.

    Namun untuk menjangkau area-area yang sulit dimasuki kapal besar, TNI AL merasa perlu menambah jumlah kapal yang lebih gesit dan efisien dalam penggunaan energi.

    "Nanti ada rencana tuh pengembangan memperbanyak kapal-kapal kecil yang memang lincah, dan penggunaan bahan bakarnya pun itu tidak terlalu besar," ungkap Pangkoarmada RI.

    Rencana penambahan armada lincah ini juga didasari oleh banyaknya celah penyelundupan di wilayah perbatasan, terutama dari arah utara.

    "Sebetulnya dengan banyaknya selat, memungkinkan penyelundupan itu banyak dilakukan. Itu sampai, kalau yang narkoba itu, sampai di wilayah perairan Madura," kata Denih.

    Dengan adanya kapal-kapal kecil yang lincah, diharapkan TNI AL dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap berbagai modus operandi kejahatan maritim, termasuk praktik janjian antar kapal di tengah laut.

    "Nah ini sebetulnya pengawasan yang perlu kami perketat melalui bukan hanya penambahan kapal perang untuk melaksanakan patroli, tetapi juga pusat komando dan pengendalian sehingga kamu bisa memantau seluruh perairan wilayah Indonesia ini dengan ketat," pungkasnya.

    Berita Populer

    Sosok-Josepha-Alexandra-Siswi-SMAN-1-Pontianak-yang-Berani-Protes-Juri-di-LCC-Empat-Pilar-MPR-RI.jpg

    gedung-mpr-ri-ri-ri.jpg

    Youtube-MPRGOID-pada-Selasa.jpg

    Hantavirus-Kemenkes-RI.jpg

    Cucun-Ahmad-Syamsurijal-SOAL-DEMO-RICUH-dpr.jpg

    Berita Terkini

    Kantor-Desa-Petir-Serang-Banten.jpg

    kapal-tni-al-pandang-perkuat-lanal-tba_20210703_105245.jpg

    SISWA-SMP-BELAJAR-01.jpg

    Ketua-Umum-Komite-Olimpiade-Indonesia-NOC-Indonesia-Raja-Sapta-Oktohari-11.jpg

    Juru-Bicara-KPK-Budi-Prasetyo-552026.jpg

    Komentar
    Additional JS