4 Gempa Besar Terjadi di Beberapa Tempat di Dunia dalam Waktu 8 Jam, Apakah Berkaitan? Ini Kata Ahli - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Empat gempa besar mengguncang Amerika Serikat, Venezuela, dan Jepang dalam rentang sekitar delapan jam, tetapi para ahli menegaskan peristiwa tersebut tidak saling berkaitan.
- Meski sama-sama terjadi di batas lempeng tektonik, waktunya dinilai hanya kebetulan.
- Gempa di Venezuela menjadi yang paling mematikan dengan sedikitnya 188 korban tewas.
TRIBUNNEWS.COM - Dua gempa besar melanda Venezuela pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis (25/6/2026) pagi waktu Indonesia.
Mengutip situs United States Geological Survey (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah 23 kilometer tenggara Yumare, Venezuela, pada pukul 05.04 WIB.
Sebanyak 39 detik kemudian, tepatnya pukul 05.05 WIB, gempa bermagnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah 28 kilometer tenggara Yumare.
Sekitar 25 menit kemudian, gempa besar juga terjadi di belahan dunia lain.
Gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Kuji, Jepang, pada pukul 05.30 WIB.
Rangkaian gempa tersebut sebelumnya diawali gempa besar lain pada malam sebelumnya.
Pada Rabu (24/6/2026) pukul 22.10 WIB, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah 11 kilometer utara Lembah Redwood, California, Amerika Serikat.
Dengan demikian, dari Amerika Serikat hingga Jepang, empat gempa besar terjadi dalam rentang waktu sekitar delapan jam.
Lantas, apakah gempa-gempa tersebut saling berkaitan?
Para ahli mengatakan tidak.
Menurut William Barnhart, Asisten Koordinator Program Bahaya Gempa Bumi di Survei Geologi AS (USGS), kejadian-kejadian tersebut memang memiliki satu kesamaan, yakni semuanya terjadi di sepanjang batas lempeng tektonik yang dikenal memiliki aktivitas seismik tinggi.
Baca juga: Peta Wilayah yang Paling Terdampak Gempa Kembar Venezuela M 7,2 dan M 7,5
Namun, waktu kejadiannya hanyalah sebuah kebetulan, mengutip The Guardian.
"Gempa bumi terjadi setiap hari di seluruh dunia. Sebagian besar terjadi jauh dari permukiman manusia," kata Barnhart.
"Kemarin adalah hari yang sangat tidak biasa karena terjadi beberapa gempa bumi yang cukup signifikan di wilayah yang dihuni penduduk."
Barnhart mengatakan gempa bumi besar memang dapat memicu gempa susulan di wilayah lain.
Namun, menurut Martin Hudson, profesor adjung teknik sipil dan lingkungan di UCLA, efek berantai seperti itu sangat jarang terjadi pada lokasi yang terpisah ribuan kilometer.
"Jika melihat catatan gempa bumi selama 100 tahun terakhir, kita belum pernah menemukan gempa bumi yang berjarak sejauh ini saling berkaitan," ujarnya.
Sebagai perbandingan, gempa awal berkekuatan magnitudo 7,1 di Venezuela, yang kemudian diperbarui menjadi magnitudo 7,2, kemungkinan memicu gempa susulan bermagnitudo 7,5 karena lokasinya sangat berdekatan.
"Sebuah patahan mungkin sudah siap bergeser, lalu ketika terjadi gempa bumi di dekatnya, patahan tersebut akhirnya melewati batasnya," kata Hudson.
Dalam satu tahun, terdapat puluhan gempa bumi berkekuatan lebih dari magnitudo 7 yang terjadi di seluruh dunia, kata Hudson.
"Sungguh sebuah kebetulan yang tragis bahwa gempa itu terjadi di wilayah padat penduduk di Venezuela," tambahnya.
Dampak Gempa Venezuela: 188 Orang Tewas
Mengutip USA Today, Jorge Rodriguez, yang memimpin Majelis Nasional Venezuela dan merupakan saudara dari penjabat Presiden Delcy Rodriguez, mengatakan pada Kamis (25/6/2026) sore bahwa sedikitnya 188 orang dipastikan tewas dan sekitar 200 orang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Ia mengatakan sedikitnya 1.520 orang telah dirawat di rumah sakit dan sekitar 250 bangunan rusak atau hancur, sehingga hampir 3.000 keluarga terpaksa mengungsi.
Para pejabat memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus bertambah.
Delcy Rodriguez, yang menjabat sebagai presiden sementara Venezuela sejak pasukan AS menggulingkan mantan Presiden Nicolas Maduro, menyatakan status darurat dalam pidato singkat kepada publik pada akhir 24 Juni.
Para pemimpin dunia menyampaikan solidaritas kepada Venezuela, sementara tim penyelamat dari berbagai negara dijadwalkan tiba untuk membantu proses evakuasi dan penanganan bencana.
Badan Survei Geologi AS (USGS) memperingatkan bahwa kemungkinan akan terjadi banyak korban jiwa dan kerusakan, dan bencana ini diperkirakan berdampak luas.
USGS juga menyatakan gempa susulan, termasuk beberapa yang berpotensi menimbulkan guncangan kuat, kemungkinan masih akan terjadi setelah dua gempa utama.

Dampak Gempa di Jepang: 10 Orang Terluka
Menurut pejabat Prefektur Aomori, sembilan orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Sementara itu, di Prefektur Iwate, seorang perempuan berusia 90-an mengalami luka ringan setelah terjatuh, mengutip Japan Times.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan belum ada laporan kerusakan pada fasilitas tenaga nuklir di wilayah tersebut.
Dampak Gempa di AS
Sementara itu, gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang mengguncang California Utara menyebabkan pemadaman listrik yang memengaruhi ribuan pelanggan di Mendocino County.
Mengutip KCRA, gempa tersebut juga menyebabkan berbagai barang berjatuhan dari rak-rak toko maupun rumah warga.
Para pejabat mengatakan beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka, tetapi tidak ada laporan korban jiwa.
Ahli seismologi senior California, Lucy Jones, mengatakan gempa tersebut merupakan yang terbesar dalam hampir sembilan dekade di wilayah itu, yang bukan merupakan bagian dari patahan utama.
"Wilayah ini bukan daerah yang bebas dari gempa bumi, tetapi biasanya gempanya jauh lebih kecil," kata Jones.
Ia menambahkan bahwa gempa susulan kemungkinan masih akan terjadi, tetapi intensitasnya diperkirakan tetap rendah.
Sejumlah gempa susulan berkekuatan lebih kecil memang telah dilaporkan setelah gempa utama.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)