Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lifestyle Perfeksionis Spesial

    5 Alasan Psikologis Seseorang Sulit Memulai Pekerjaan, Perfeksionis - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com – Pernah merasa sudah menyusun daftar pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi tetap sulit mengambil langkah pertama? Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda kemalasan.

    Namun ternyata, menurut psikolog, tidak semua orang yang terlihat malas benar-benar kehilangan kemauan untuk bekerja.

    "Tidak ada orang yang sengaja memilih untuk gagal atau mengecewakan,” kata psikolog sosial Devon Price dikutip dari Psychology Today, Sabtu (27/6/2026).

    Menurutnya, perilaku yang kerap dilabeli sebagai kemalasan sering kali dipengaruhi oleh hambatan psikologis yang tidak terlihat, mulai dari rasa takut hingga kelelahan mental.

    Sejalan dengan itu, psikiater Neel Burton dalam tulisannya di Psychology Today menjelaskan bahwa kesulitan memulai pekerjaan tidak selalu berkaitan dengan kemalasan.

    Ada berbagai faktor psikologis yang dapat menghambat seseorang untuk bertindak.

    Berikut lima di antaranya.

    Baca juga: 9 Ciri Perempuan yang Terlihat Tenang, Mandiri, dan Percaya Diri

    Mengapa seseorang sulit memulai pekerjaan?

    1. Takut gagal

    Rasa takut gagal menjadi salah satu penyebab paling umum seseorang menunda memulai pekerjaan.

    Kekhawatiran akan hasil yang tidak memuaskan atau penilaian negatif dari orang lain membuat seseorang memilih menghindari tugas tersebut.

    Padahal, semakin lama pekerjaan ditunda, kecemasan biasanya justru semakin meningkat.

    Akibatnya, seseorang terjebak dalam lingkaran antara rasa takut dan penundaan.

    2. Perfeksionis

    Keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna juga bisa menjadi penghambat.

    Orang yang perfeksionis sering merasa pekerjaannya belum bisa dimulai karena ide belum matang, waktu belum tepat, atau kondisi belum ideal.

    Padahal, menunggu segala sesuatu menjadi sempurna justru membuat pekerjaan tidak kunjung dimulai.

    Dalam banyak kasus, perfeksionisme lebih dekat dengan rasa takut membuat kesalahan daripada keinginan menghasilkan kualitas terbaik.

    Baca juga: 5 Ciri Orang Pasif-Agresif, Salah Satunya Sering Mendiamkan Orang Lain

    Ilustrasi malas. Studi: Malas Menunjukkan Tanda Orang Punya Kecerdasan Tinggi

    Lihat Foto

    3. Kehilangan motivasi atau tujuan

    Seseorang akan lebih mudah memulai pekerjaan ketika memahami tujuan atau manfaat dari apa yang sedang dilakukan.

    Sebaliknya, jika sebuah tugas terasa tidak bermakna atau tidak sesuai dengan nilai yang diyakini, motivasi untuk mengerjakannya akan menurun.

    Akibatnya, otak lebih mudah beralih ke aktivitas lain yang memberikan kepuasan secara instan, seperti membuka media sosial atau menonton video.

    4. Kelelahan mental

    Sulit memulai pekerjaan juga bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beristirahat.

    Tekanan pekerjaan, stres berkepanjangan, kurang tidur, maupun beban emosional dapat menguras energi mental.

    Dalam kondisi ini, seseorang mungkin masih ingin menyelesaikan tugasnya, tetapi kesulitan berkonsentrasi, mengambil keputusan, atau sekadar memulai.

    Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko mengalami burnout.

    Baca juga: Apa Itu NPD? Kenali 9 Ciri Kepribadian Narsistik Menurut Pakar

    5. Terjebak dalam kebiasaan menunda

    Menunda pekerjaan sering disamakan dengan kemalasan, namun Burton menyebut keduanya tidak sama.

    “Berbeda dengan orang yang benar-benar malas, orang yang menunda pekerjaan sebenarnya memiliki keinginan dan niat untuk menyelesaikan tugas tersebut,” kata Burton.

    Menurutnya, orang yang menunda pekerjaan sebenarnya tetap memiliki keinginan dan niat untuk menyelesaikan tugasnya.

    Namun, mereka kesulitan mengambil tindakan karena dipengaruhi faktor seperti kecemasan, rasa kewalahan, atau kesulitan mengelola emosi.

    Karena itu, mengatasi kebiasaan menunda bukan hanya soal meningkatkan disiplin, tetapi juga memahami penyebab yang membuat seseorang sulit memulai.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS