750 BUMN Tekor Ditutup, COO Danantara Minta KPK Periksa Dugaan Korupsi nya - Inilah
Selasa, 30 Juni 2026 - 06:09 WIB
Share
COO Danantara, Dony Oskaria (tengah), bersama Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin (kiri), dan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (kanan), usai beraudiensi, di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).(Foto: inilah.com/Mochammad Zhacky)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
KecilBesar
Sebanyak 750 BUMN yang tidak memberikan keuntungan dan malah merugikan keuangan negara bakal ditutup oleh pemerintah. Ratusan BUMN tersebut juga bakal diaudit keuangannya oleh Danantara Indonesia.
Salah satu tujuan audit yakni untuk menelusuri ada tidaknya indikasi tindak pidana korupsi dalam tata kelola keuangan 750 BUMN tersebut. Hasilnya akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan, penutupan dan rencana audit keuangan 750 perusahaan milik negara itu menjadi salah satu topik yang dibahas dalam audiensi dengan KPK hari ini, Senin (29/6/2026), di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dony memastikan tidak akan melindungi para pejabat 750 BUMN tersebut, jika nantinya terindikasi melakukan korupsi. "Itu dibahas juga, supaya kita bisa mengambil keputusan yang tepat. KPK juga menyampaikan, selama itu niat kita baik menghindari kerugian yang lebih dalam dan lebih panjang lagi, dan itu boleh dilakukan. Tetapi tadi tidak menghilangkan seluruh tindakan jahat yang jika ada mens rea-nya," kata Dony, usai audiensi di Gedung ACLC KPK.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN itu, menegaskan, penutupan 750 BUMN tidak menghilangkan kesalahan atau tindak kriminal para pejabatnya. "Jadi nanti dibilang lagi, 'ini tutup, terus dulu mereka nyolong gimana?' Ya enggak ada bos. Tidak akan menutupi masalah kriminalnya," terangnya
Lebih jauh Dony menyampaikan, penutupan 750 BUMN ditaksir bakal menghemat keuangan negara hingga puluhan triliun rupiah. "Itu kan Rp20 triliun ditambah dengan transaksi layering inter-company transaction inefisiensi itu Rp30 triliun. Jadi, kurang lebih Rp50 triliun yang akan kita lakukan," ucapnya.
Sebagai informasi, penutupan 750 BUMN dilakukan dalam rangka menghemat keuangan negara. Presiden Prabowo Subianto menargetkan restrukturisasi besar-besaran BUMN rampung pada tahun ini.
Pemerintah saat ini memiliki 1.000 BUMN yang bergerak di berbagai bidang. Dari 1.000 perusahaan pelat merah, 200 di antaranya sudah ditutup.
Presiden Prabowo menyebut jumlah BUMN yang terlalu banyak menimbulkan biaya operasional dan birokrasi yang rumit, tanpa memberikan keuntungan bagi keuangan negara.
"750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," ucap Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
0 suka
0 bookmark
![]()
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Share




