IDAI Kalteng Ajak Orang Tua Kenali Bahaya Anemia Defisiensi Besi Sejak Dini - Kotawaringinbarat
- penulis RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
- Senin, 29 Juni 2026
MMC Kobar - Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar edukasi kesehatan melalui siaran langsung Instagram bertema "Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak”, Senin (29/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pencegahan dan penanganan anemia defisiensi besi sejak usia dini.
Edukasi menghadirkan narasumber dr. Novita Sitanggang, Sp.A yang memaparkan penyebab, faktor risiko, gejala, dampak, hingga langkah pencegahan dan penanganan anemia defisiensi besi pada bayi dan anak. Diskusi berlangsung interaktif dan dipandu oleh host dr. Diah Erma Prita Santi, Sp.A sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah.
(Baca Juga : Jalin Kerjasama Bidang Pembinaan Statistik Sektoral, BPS dan Diskominfo Kobar Tandatangani MoU)
Dalam pemaparannya, dr. Novita menjelaskan bahwa anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu masalah gizi yang banyak ditemukan pada anak. “Kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah dan tampak pucat, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan otak, menurunkan kemampuan belajar, serta melemahkan daya tahan tubuh apabila tidak ditangani sejak dini,” ungkapnya.

dr. Novita juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang kaya zat besi, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau kondisi anak.
Melalui kegiatan ini, IDAI Kalteng berharap semakin banyak orang tua memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan zat besi sejak dini sehingga anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara optimal. (rssi pbun)
