0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    ABK KM Pasifik II Hilang di Perairan Bintan, Johan Belum Ditemukan hingga Hari Keempat Pencarian - Tribunnews

    5 min read

     

    ABK KM Pasifik II Hilang di Perairan Bintan, Johan Belum Ditemukan hingga Hari Keempat Pencarian

    ABK JATUH KE LAUT

    Proses pencarian ABK KM Pasifik ll bernama Johan, yang jatuh ke laut dan hilang di perairan Bintan belum juga membuahkan hasil hingga Minggu (14/6)

    Tayang:

    Dok.Tim SAR Tanjungpinang untuk Tribun Batam.id

    PENCARIAN ABK - Tim SAR gabungan masih berjibaku mencari Johan, ABK kapal ikan KM Pasifik II yang hilang di perairan Bintan, beberapa waktu lalu. 

    Ringkasan Berita:
    • Seorang ABK KM Pasifik II bernama Johan dilaporkan hilang di Perairan Selat Riau
    • Korban diduga jatuh ke laut saat kapal berlayar dari Lagoi menuju Telaga Punggur
    • Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama empat hari namun hasil masih nihil
    • Operasi pencarian sempat terkendala cuaca buruk berupa hujan dan angin kencang

    BINTAN, TRIBUNBATAM.id -  ABK kapal ikan KM Pasifik ll bernama Johan dilaporkan jatuh ke laut, saat kapal yang diawakinya berlayar dari Perairan Lagoi Bintan menuju Telaga Punggur Batam, setelah kapal mengalami kerusakan mesin.

    Johan merupakan satu dari 30 Anak Buah Kapal (ABK) KM Pasifik II.

    Korban dilaporkan hilang di Perairan Selat Riau, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

    Informasi awal diterima pada Kamis (11/6/2026), pukul 11.45 WIB dari Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Batam.

    Berdasarkan keterangan yang diterima, sekitar pukul 02.00 WIB, korban tidak ditemukan berada di atas kapal dan dinyatakan hilang.

    Awak KM Pasifik II lainnya telah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, namun korban tidak ditemukan.

    Rekomendasi Untuk Anda

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Tanjunguban yang berjumlah empat personel diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi pencarian.

    Informasi kejadian juga telah disebarluaskan kepada unsur potensi SAR dan kapal-kapal patroli yang melintas di sekitar perairan tersebut untuk membantu upaya pencarian.

    Operasi SAR kali ini melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang bersama Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Batam, Polairud Polres Bintan, TNI AL Tanjunguban dan sejumlah unsur lainnya. 

    Update pencarian korban hingga Minggu (14/6/2026) masih nilhil.

    Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto mengatakan, operasi SAR hari keempat
    masih belum membuahkan hasil.

    "Besok Senin (15/6/2026) pagi hingga sore akan dilakukan pencarian kembali," kata Eryk.

    Rencana pencarian besok masih fokus di lokasi kejadian, yakni di Perairan Selat Riau.

    Selama proses pencarian, tim gabungan mengerahkan empat kapal.

    Di antara, YTK Alut, Rib Basarnas Tanjungpinang, Sea Rider Lanal Bintan dan KM Pasifik II.

    Proses pencarian sempat berhenti sejenak karena cuaca buruk beberapa hari belakangan.

    "Hanya beberapa jam saja kami istirahat karena hujan dan angin," ujarnya.

    Selain mencari keberadaan korban, tim juga mengingatkan kepada nelayan jika menemukan ada tanda-tanda mencurigakan segera lapor ke tim SAR. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

    Komentar
    Additional JS