0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Danantara DPR Featured Himbara Keuangan Spesial

    DPR Kumpulkan Pimpinan Himbara hingga Danantara, Bahas Peluang Buyback Saham BUMN - Kompas

    5 min read

     

    DPR Kumpulkan Pimpinan Himbara hingga Danantara, Bahas Peluang Buyback Saham BUMN


    JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan DPR RI mengumpulkan jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan perwakilan pemerintah untuk membahas kondisi pasar keuangan nasional, termasuk peluang pembelian kembali (buyback) saham-saham badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai memiliki fundamental kuat.

    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pembahasan tersebut dilakukan di tengah situasi pasar global yang turut memengaruhi pergerakan saham emiten BUMN.

    "Pada pagi ini kita berkumpul untuk koordinasi, terutama kita akan berdiskusi banyak soal saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus, tetapi kemudian dengan situasi pasar global yang berdampak," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

    Menurut Dasco, kondisi tersebut menjadi momentum untuk mendiskusikan peluang pembelian kembali saham-saham BUMN yang memiliki kinerja baik.

    Iran "Pamer" Doktrin Pertahanan Baru dalam Serangan ke Israel, Apa Itu?

    Baca juga: Pemerintah-DPR Sepakat Bawa Draf RUU Polri ke Rapat Paripurna untuk Disahkan Hari Ini

    "Kemudian pada saat ini sudah saatnya berdiskusi bagaimana kita kemudian pada kesempatan yang tepat, menurut saya, kembali buyback atau membeli kembali saham-saham yang sebenarnya di pasar," ujarnya.

    Dari hasil diskusi yang dilakukan, Dasco menilai bahwa perkembangan industri perbankan, khususnya Himbara, berada dalam kondisi yang baik.

    "Kita kemudian tadi banyak bertukar pikiran mengenai situasi baik dari Himbara maupun perbankan nasional pada saat ini, yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus," jelas dia.

    Pertemuan itu dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama INA Oki Ramadhana, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito.

    Baca juga: Pemerintah-DPR Tiba-tiba Ubah Aturan Pensiun Kapolri, Tak Lagi Hanya sampai 61 Tahun

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, pihaknya melaporkan kondisi fundamental emiten-emiten Himbara kepada pimpinan DPR.

    Menurut Putrama, kinerja Himbara saat ini berada pada level terbaik sehingga tidak ada alasan untuk meragukan kondisi fundamental perbankan nasional.

    "Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," ujar Putrama.

    Dia menjelaskan, rata-rata pertumbuhan kredit Himbara berada di kisaran 20 persen.

    Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sekitar 20-30 persen dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) terjaga di kisaran 88-90 persen.

    Selain itu, kondisi kualitas aset juga dinilai sehat.

    Menurut Putrama, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) rata-rata berada di bawah 2 persen.

    Baca juga: RUU Polri: Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

    "Dapat kami sampaikan bahwa saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa," kata dia.

    Setelahnya, Dasco menambahkan bahwa selain bertemu Dirut Himbara, pihaknya juga berdiskusi dengan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen mengenai perkembangan pasar serta peluang investasi pada saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik.

    "Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," ujar Dasco.

    Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, koordinasi tersebut merupakan upaya pemerintah bersama para pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.

    Dia menilai, kondisi fundamental sektor perbankan Indonesia saat ini tetap kuat sebagaimana hasil paparan yang disampaikan Himbara.

    Baca juga: Buku Presiden Solusi Ceritakan di Balik Layar Cara Prabowo Ambil Keputusan

    "Sebagaimana tadi sudah disampaikan bahwa betul-betul sesungguhnya fundamental ekonomi kita dari sisi perbankan juga sangat kuat," kata Prasetyo.

    Oleh karena itu, pemerintah bersama Himbara, INA, Taspen, dan BPJS akan terus memperkuat koordinasi untuk menghadapi dinamika ekonomi dan pasar keuangan.

    "Oleh karena itulah kami terus berkoordinasi, terus saling berdiskusi untuk sekali lagi kita bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama," pungkas Prasetyo.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS