Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Spesial

    Dua Pembangkit Rusak Serentak, Pemadaman Listrik Bergilir di Kaltim Diperkirakan Berlangsung Sebulan - Kompas

    7 min read

     


    SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar satu bulan ke depan.

    Gangguan tersebut dipicu kerusakan dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang terjadi hampir bersamaan sehingga mengurangi kapasitas pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Kalimantan.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut proses perbaikan kedua pembangkit membutuhkan waktu sekitar satu bulan dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

    Selama masa perbaikan, masyarakat di berbagai kabupaten dan kota masih akan mengalami pemadaman listrik secara bergilir.

    Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno Diperiksa KPK

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk memperoleh penjelasan terkait gangguan kelistrikan yang beberapa hari terakhir banyak dikeluhkan masyarakat.

    Baca juga: Pemadaman Listrik Begilir, Ini Tips Cegah Kerusakan Alat Elektronik

    Dari hasil koordinasi tersebut diketahui bahwa dua pembangkit yang mengalami gangguan adalah PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu.

    "Kami sudah bertemu dengan GM PLN. Memang dibutuhkan waktu sebulan untuk memperbaiki dua PLTU itu, PLTU Handil dan PLTU di Tanjung Batu," ungkap Seno, Selasa (30/6/2026).

    Pemadaman demi kestabilan sistem kelistrikan

    Menurut dia, kerusakan yang terjadi secara bersamaan menyebabkan berkurangnya pasokan listrik dalam jumlah besar sehingga PLN terpaksa menerapkan pemadaman bergilir demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

    Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Bekasi Batal, Warga Terlanjur Bersiap Sejak Pagi

    "Nah, yang bermasalah itu adalah dua PLTU ini rusak dalam waktu bersamaan. Itu mengurangi 250 MW sehingga PLN melakukan pengurangan daya tiga jam, tiga jam, tiga jam," ujarnya.

    Seno menjelaskan, skema pemadaman bergilir dilakukan hampir di seluruh wilayah yang terhubung dalam sistem interkoneksi.

    Masing-masing daerah akan mengalami penghentian pasokan listrik sekitar tiga jam sesuai jadwal yang ditetapkan PLN.

    Baca juga: Merasa Dirugikan Akibat Pemadaman Listrik, Pengusaha Ayam Fillet di Bandung Gugat PLN ke BPSK

    "Sebulan ini akan bergiliran setiap provinsi, setiap kabupaten akan ada tiga jam waktu untuk mati lampu. Jadi bulan depan sudah semuanya tidak ada lagi masalahnya," ucap Seno.

    Ia juga meluruskan anggapan yang mengaitkan gangguan listrik dengan persoalan pasokan batu bara maupun kebijakan sektor pertambangan.

    Menurutnya, penyebab utama murni berasal dari gangguan teknis pada pembangkit.

    Baca juga: Di Balik Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa: Batu Bara Kurang dan Masalah Teknis

    "Kalau RKAB enggak. Karena DMO tetap. Kemudian yang bermasalah itu adalah dua PLTU ini rusak dalam waktu bersamaan," tegasnya.

    Seno memastikan stok batu bara untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik di Kalimantan Timur masih mencukupi.

    "Untuk kondisi pasokan batu bara masih aman. Untuk PLTU masih aman," katanya.

    Estimasi pemadaman listrik bergilir berakhir pada Juli

    Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda Adrian Situmpol mengatakan, pemadaman bergilir merupakan langkah yang harus diambil agar sistem kelistrikan tetap andal selama proses perbaikan pembangkit berlangsung.

    Baca juga: PLN Pastikan Listrik Jawa Tengah Pulih, Tak Ada Pemadaman Bergilir

    "Kalau penyebab utamanya itu kan sama-sama kita sudah baca juga ya, terganggunya pembangkit kita. Kita saat ini sedang melakukan perbaikan."

    "Sama-sama kami mohon doanya juga supaya pembangkit ini bisa segera beroperasi kembali sehingga pemadaman ini yang kita estimasikan akan berakhir di Juli," kata Adrian.

    Menurut Adrian, PLN berupaya mempercepat penyelesaian perbaikan sehingga listrik dapat kembali normal lebih cepat dari target.

    Namun, pekerjaan tetap harus dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

    Baca juga: Anggota DPR Desak PLN Beri Kompensasi ke Warga Terdampak Pemadaman Bergilir

    "Semoga bisa lebih cepat karena sama-sama kita ketahui namanya orang bekerja tentu harus aman juga. Jadi mohon doanya juga dari teman-teman semua dan masyarakat supaya pekerjaan ini bisa cepat selesai," ujarnya.

    Ia juga memastikan gangguan pasokan listrik tidak berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan maupun kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

    "Alhamdulillah tidak, Pak. Semoga tidak, karena Kaltim juga insyaallah aman," ucapnya.

    Adrian mengakui belum dapat menjelaskan secara teknis jenis kerusakan yang dialami kedua pembangkit.

    Menurut dia, UP3 Samarinda berfokus pada pelayanan pelanggan sedangkan penanganan pembangkit dilakukan unit yang berbeda.

    Baca juga: Mahasiswa Desak PLN Tanggung Jawab soal Pemadaman Listrik di Tulungagung, Kerugian Capai Rp 1,8 M

    "Saya di pelayanan pelanggan. Jadi saya hanya bisa bilang ini ada gangguan di pembangkit. Tapi kalau gangguannya apakah mesinnya, apakah boilernya atau seperti apa, kami kurang tahu juga," jelas Adrian.

    Ia menambahkan, dampak gangguan tersebut dirasakan seluruh wilayah yang masuk dalam sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan, mulai dari Berau, Tanjung Selor, Bontang, Samarinda hingga Balikpapan.

    "Kalau sistem interkoneksi ya mulai dari Berau, Tanjung Selor, Bontang, Samarinda sampai Balikpapan. Semua kena dampaknya," ungkapnya.

    Baca juga: Mensesneg: Rencana 2 Perusahaan Otomotif Pindah ke Vietnam Ditunda Sementara

    Untuk mengurangi dampak pemadaman, PLN mengoperasikan seluruh pembangkit yang masih tersedia, termasuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang sebelumnya hanya digunakan dalam kondisi tertentu.

    "Bahkan PLTD-PLTD pun sudah kita operasikan semua. Semua pembangkit sekecil apa pun kita operasikan karena tujuan kita sebenarnya pelayanan ke masyarakat," tuturnya.

    PLN berharap proses pemulihan dua pembangkit dapat berjalan sesuai rencana sehingga pasokan listrik di Kalimantan kembali normal pada Juli 2026, atau bahkan lebih cepat apabila proses perbaikan dapat diselesaikan lebih awal.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS