Hasil Autopsi Luar ASN Bangkalan yang Ditemukan Tewas di Bandara Juanda, Perhiasan Emas Hilang - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Korban ditemukan meninggal di dalam mobil dinasnya yang sempat terekam CCTV dikemudikan oleh seorang pria bermasker.
- Pihak keluarga mencurigai adanya tindak pidana karena perhiasan korban hilang dan hasil autopsi luar menunjukkan adanya luka robek di telinga.
- Hingga saat ini, kuasa hukum keluarga masih menunggu hasil autopsi menyeluruh dan uji toksikologi dari Labfor Surabaya.
TRIBUNNEWS.COM - Kematian tidak wajar yang menimpa pejabat publik menyoroti standar keamanan serta perlindungan para abdi negara.
Pada 14 Juni 2026 lalu, Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Purwakarta, Jawa Barat, Yogi Saleh, ditemukan meninggal di rumahnya.
Kondisi jasad penuh luka dan rumah terkunci dari dalam.
Kasus kematian aparatur sipil negara (ASN) kembali terjadi. Kali ini di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Ruly Yunis Setiawati (50), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas di mobil dinas yang terparkir di area Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026).
Kondisi jasad telah mengalami pembusukan dan diduga meninggal 2-3 hari sebelum ditemukan.
Dalam rekaman CCTV terlihat mobil dinas Toyota Innova bernopol M 1090 GP masuk area parkir Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca juga: ASN Pemkab Bangkalan Tewas Membusuk di Bandara Juanda: Bupati Ungkap Pertemuan Terakhir
Mobil dikemudikan pria bermasker dan ditinggalkan dalam kondisi terparkir.
Kasus kematian korban terungkap setelah pengemudi taksi online mencium aroma tak sedap pada Rabu (25/6/2026).
Keluarga menyoroti perhiasan korban yang hilang mulai anting hingga gelang.
Selama ini korban tinggal bersama suami dan anaknya di Gang Flamboyan 18 Perumda, Bangkalan.
Hasil autopsi luar telah dikeluarkan RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo pada Kamis (25/6/2026).
Kuasa Hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengatakan ditemukan luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan di selaput lendir bibir bagian atas maupun bawah.
"Lazim pada kematian yang dipicu mati lemas. Ada juga tanda merah kehitaman pada pemeriksaan lidah, epiglotis, dan saluran napas utama, ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," paparnya, Kamis, dikutip dari TribunJatim.com.
Baca juga: ASN Pemkab Bangkalan Tewas Membusuk di Bandara Juanda: Bupati Ungkap Pertemuan Terakhir
Pihaknya masih menunggu hasil autopsi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kematian korban.
"Autopsi secara menyeluruh hasilnya belum karena menunggu uji toksikologi dari labfor Surabaya untuk memperoleh sebab kematian secara pasti. Kami ingin mendapatkan kesimpulan sebab kematian, bukan hanya lazim ditemukan meninggal," tandasnya.
Pemeriksaan luar juga menunjukkan korban tidak hamil dan mengalami kekerasan seksual.
"Sebelum ada hasil autopsi menyeluruh, saya tidak bisa menyimpulkan. Namun, hasil pemeriksaan luar disebutkan di situ korban mati lemas yang disebabkan banyak hal, bisa dibekap, ada kekerasan benda tumpul yang diduga dipukul dengan tangan hingga anting di telinga kiri hilang," katanya.
Sebagian artikel telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Fakta Baru Kematian Ruly Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, Ada Luka di Telinga Kiri, Perhiasan Hilang
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJatim.com/Ahmad)