Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Indonesia Perlu Konsisten Pantau Dinamika Negosiasi AS-Iran - Beritasatu

    2 min read

     

    Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (AS). (ChatGPT/Beritasatu.com)

    Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, menilai Indonesia perlu untuk terus mengawasi dan mempersiapkan respons terhadap perkembangan dinamika konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang kini memasuki fase negosiasi perdamaian.

    ADVERTISEMENT

    Ia menekankan, pentingnya memantau situasi global tersebut secara dekat bertujuan untuk memahami dampaknya terhadap Indonesia dan dunia.

    ADVERTISEMENT

    “Kita perlu mengikuti dari dekat perkembangan ini untuk membaca apa implikasinya bagi kita dan dunia,” kata Hassan Wirajuda di sela agenda forum ASEAN-China di Jakarta, mengutip Antara, Senin (22/6/2026). 

    Hassan menilai, meredanya konflik dan berlanjutnya proses negosiasi damai antara Washington dan Teheran telah memberikan sentimen positif terhadap pasar global. Salah satu indikatornya terlihat dari harga minyak dunia yang mulai berangsur stabil setelah sebelumnya sempat melonjak akibat konflik.

    Ia menilai kondisi tersebut membuka pintu harapan terhadap perbaikan krisis energi global yang dampaknya turut dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

    Namun, ia mengingatkan proses pemulihan masih membutuhkan waktu. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kondisi pelayaran di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya kembali berjalan normal karena masih adanya proses pembersihan ranjau sisa konflik AS-Israel terhadap Iran.

    Hassan juga menegaskan, situasi di Selat Hormuz saat ini bersifat masih sangat dinamis. Meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang mengarah pada pembukaan kembali jalur pelayaran, potensi penutupan kembali tetap ada apabila AS atau Iran dianggap melanggar kesepakatan damai sementara tersebut. 

    “Jadi kita perlu mengikuti sejauh mana prosesnya, meski pada akhirnya akan menuju normalisasi arus minyak dan gas dari kawasan tersebut ke dunia, termasuk ke Indonesia,” jelasnya. 

     Hassan menilai prospek perundingan damai antara Iran dan AS sejauh ini tetap memiliki arah positif, meskipun ketegangan di sejumlah kawasan masih berlangsung, termasuk konflik antara Israel dengan kelompok Hizbullah di Lebanon yang belum sepenuhnya mereda.

    Simak berita dan artikel lainnya di Google News

    Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

    Komentar
    Additional JS