Indonesia Raih Kursi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO - Inilah
Indonesia Raih Kursi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO
KecilBesar
Diplomasi kebudayaan Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional. Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk periode 2026–2030 setelah berhasil memenangkan pemungutan suara yang digelar di Paris, Prancis.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangan tertulisnya yang dikutip di Jakarta, Jumat (19/6/2026), menyatakan bahwa keberhasilan ini diraih dalam Sidang Majelis Umum ke-11 Negara Pihak Konvensi 2003 UNESCO.
Indonesia berhasil mengamankan posisi untuk mewakili Grup IV Asia-Pasifik, bersanding dengan Jepang, Filipina, dan Kamboja, setelah menyisihkan persaingan dari enam negara kandidat.
Komitmen Mengawal Kebijakan Global
Duta Besar RI untuk Prancis sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan sebuah amanah besar dari masyarakat dunia. Kepercayaan tersebut akan dijalankan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab.
Selama masa keanggotaan empat tahun ke depan, Indonesia berkomitmen penuh untuk berada di garda terdepan dalam mengawal kebijakan global terkait pelindungan budaya. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat implementasi Konvensi 2003 sekaligus mendongkrak kapasitas komunitas lokal di dalam negeri maupun internasional.
Senada dengan itu, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, menambahkan bahwa posisi strategis di dalam komite ini akan dimanfaatkan secara optimal. Indonesia bakal menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dalam hal pelestarian warisan budaya dunia.
Peran Strategis di Panggung Dunia
Sebagai informasi, Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO merupakan badan eksklusif yang hanya beranggotakan 24 negara. Mereka dipilih dari total 185 negara yang telah meratifikasi Konvensi 2003, sebuah kesepakatan internasional yang mengatur pelindungan warisan budaya takbenda global.
Komite ini memegang peranan krusial, mulai dari mengevaluasi hingga menetapkan berbagai unsur budaya ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang prestisius. Selain itu, badan ini juga bertugas menyusun panduan kebijakan pelestarian budaya di tingkat internasional.
Lewat keanggotaan ini, Indonesia bertekad kuat untuk menjaga eksistensi warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kebudayaan juga akan didorong sebagai pilar utama dalam membangun solidaritas, perdamaian, dan pembangunan global yang berkelanjutan.
Buah Manis Diplomasi Menembus Batas
Kemlu RI menggarisbawahi bahwa pencapaian membanggakan ini tidak datang begitu saja. Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kerja keras dan diplomasi intensif yang dilancarkan oleh Delegasi Indonesia, baik yang berada di Paris, Jakarta, maupun di berbagai kantor perwakilan luar negeri lainnya, dengan sokongan kuat dari negara-negara sahabat.
Pengakuan di level internasional ini menjadi bukti nyata atas komitmen tanpa henti dari Pemerintah Indonesia dalam melestarikan kekayaan budayanya secara berkelanjutan di kancah global.