0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karhutla Kemenhut Lintas Peristiwa Spesial

    Karhutla Meluas di 4 Provinsi Sumatera, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Kebut Pemadaman - %Kompas

    5 min read

     

    Karhutla Meluas di 4 Provinsi Sumatera, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Kebut Pemadaman



    ROKAN HILIR, KOMPAS.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

    Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap meningkatnya jumlah titik api di sejumlah wilayah yang memasuki musim kemarau.

    Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan bahwa penguatan operasi dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif dan tidak meluas.

    "Fokus kami adalah merespons cepat setiap laporan titik api, membatasi perluasan area terbakar, dan memastikan pendinginan dilakukan sampai tuntas. Di wilayah gambut, bara bisa bertahan di bawah permukaan meskipun nyala api sudah padam," kata Ferdian, Rabu (3/6/2026) dikutip dari Antara.

    Suasana Kota Kuwait Saat Sirene Peringatan Meraung di Tengah Serangan Iran

    Baca juga: BNPB Catat Kebakaran Lahan di Aceh dan Sumbar, Minta Daerah Siaga Karhutla di Musim Kering

    Mengapa penanganan karhutla perlu diperkuat?

    Kemenhut menilai bahwa kondisi musim kemarau yang mulai berlangsung menyebabkan vegetasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar.

    Hal ini meningkatkan potensi terjadinya karhutla di berbagai wilayah, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah menyimpan bara api di bawah permukaan.

    Ferdian menjelaskan bahwa meskipun api di permukaan sudah padam, bara api di dalam tanah gambut masih berpotensi menyala kembali. Oleh karena itu, proses pendinginan dan pemantauan harus dilakukan secara menyeluruh.

    Baca juga: Karhutla Meluas, Riau Tambah Helikopter Water Bombing dari Australia

    Bagaimana penanganan di masing-masing daerah?

    Operasi pemadaman dilakukan secara intensif di beberapa wilayah yang mengalami kebakaran.

    Di Provinsi Aceh, karhutla terjadi di Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di Desa Kayee Unou, Kecamatan Darul Makmur, dan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

    Penanganan di wilayah ini mendapat perhatian khusus karena lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan.

    Sementara itu, di Provinsi Riau, operasi pemadaman diperkuat di empat titik, yaitu:

    • Desa Pecing Bekulo, Kabupaten Siak
    • Kepenghuluan Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir
    • Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan
    • Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

    Baca juga: Cuaca Panas dan Angin Kencang Picu Karhutla Meluas di Aceh, Nagan Raya Jadi Titik Terparah

    Untuk mempercepat penanganan, Balai Dalkarhut Sumatera mengerahkan tambahan personel dari berbagai Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni, seperti dari Pekanbaru, Jambi, dan Muara Tebo menuju lokasi kebakaran di Pulau Rupat.

    Di salah satu titik di Riau, tepatnya di Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, kebakaran lahan bahkan mencapai luas sekitar 70 hektare dan masih dalam proses pemadaman.

    Bagaimana kondisi di Jambi dan Sumatera Selatan?

    Selain di Aceh dan Riau, karhutla juga terjadi di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran di Desa Durian Luncuk, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi.

    Pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni bersama aparat kepolisian dan masyarakat setempat pada Selasa (2/6/2026).

    Baca juga: 11 Daerah di Riau Siaga Karhutla, Luas Lahan Terbakar Tembus 15.000 Hektare

    Di Sumatera Selatan, operasi serupa juga dilakukan di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

    Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, serta dukungan satu unit helikopter water bombing berhasil menuntaskan pemadaman pada hari yang sama.

    Kemenhut menekankan bahwa strategi utama dalam pengendalian karhutla adalah respons cepat dan kolaborasi lintas sektor.

    Selain itu, perbantuan personel dari berbagai daerah operasi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan di lapangan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS