Kebakaran Hebat Kemayoran: 6 Warga Sesak Nafas Dilarikan ke RS, 500 KK Terdampak - Kompas
Kebakaran Hebat Kemayoran: 6 Warga Sesak Nafas Dilarikan ke RS, 500 KK Terdampak
Ringkasan Berita:
- Kebakaran besar melanda RW 04 Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin malam, mengakibatkan sekitar 500 kepala keluarga terdampak kehilangan tempat tinggal.
- Enam warga mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran untuk mendapatkan perawatan medis.
- Sebanyak 35 unit damkar dan lebih dari 200 personel gabungan TNI, Polri, serta Pemda dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi warga.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kobaran api yang melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam, meninggalkan luka mendalam bagi ratusan keluarga.
Sedikitnya sekitar 500 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa kebakaran besar yang menghanguskan sebagian permukiman warga tersebut.
Di tengah kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri dan harta benda, enam orang dilaporkan mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal yang menyelimuti kawasan permukiman.
Baca juga: Sudah 2 Jam Kebakaran Hebat Kemayoran Belum Padam, Rute Transjakarta Koridor 14 Lumpuh Total
Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 20.50 WIB di wilayah RW 04 Kelurahan Kebon Kosong.
Api dengan cepat membesar karena kondisi permukiman yang padat dan bangunan rumah yang berdiri berdekatan satu sama lain.
"Di wilayah RW 04 ini terdapat kurang lebih 400 sampai 500 kepala keluarga. Saat ini seluruh unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk membantu penanganan kebakaran dan evakuasi warga," ujar Reynold di lokasi kejadian seperti ditayangkan Kompas TV, Senin malam.
Api Cepat Membesar di Permukiman Padat
Menurut Reynold, kobaran api dengan cepat merambat ke sejumlah bangunan karena karakteristik kawasan yang didominasi rumah-rumah berhimpitan.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit dan membutuhkan pengerahan personel dalam jumlah besar.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke udara dan dapat disaksikan dari berbagai titik di Jakarta Pusat.
Warga yang panik berhamburan keluar rumah sambil membawa barang-barang yang masih sempat diselamatkan.
Suara sirene mobil pemadam kebakaran bersahut-sahutan memecah malam, sementara petugas terus berupaya menjinakkan kobaran api yang mengancam merembet ke bangunan lain.
35 Unit Damkar Diterjunkan
Untuk mengendalikan situasi, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan sekitar 35 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Petugas pemadam bekerja keras melakukan penyemprotan dari berbagai sisi guna mencegah api semakin meluas ke area permukiman lain yang berada di sekitar titik kebakaran.
Hingga malam hari, proses pemadaman masih terus berlangsung dengan fokus utama mengisolasi titik-titik api yang masih aktif serta melakukan pendinginan di area yang telah berhasil dikuasai.
Polisi, TNI, dan Pemda Kerahkan 200 Personel
Selain petugas pemadam kebakaran, aparat gabungan dari Polri, TNI, Pemerintah Kota Jakarta Pusat, serta berbagai unsur terkait juga turun langsung membantu proses evakuasi warga.
Kapolres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan lebih dari 200 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan keselamatan warga serta membantu proses penyelamatan barang-barang yang masih bisa diamankan.
"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, TNI, dan pemerintah daerah menurunkan kurang lebih 200 personel untuk membantu evakuasi korban, mengamankan barang-barang warga yang masih bisa diselamatkan, serta memastikan akses kendaraan pemadam dan ambulans tetap lancar," jelas Reynold.
Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi agar kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans dapat keluar-masuk dengan cepat selama operasi berlangsung.
Baca juga: Kebakaran 27 Rumah Warga di Krendang Tambora Jakarta Barat, 250 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Enam Warga Sesak Napas Akibat Asap Tebal
Di tengah upaya pemadaman, petugas kesehatan menerima laporan adanya sejumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap pekat dari kebakaran.
Kapolres menyebut terdapat enam orang warga yang mengalami sesak napas dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Saat ini ada enam orang korban yang mengalami sesak napas akibat asap tebal dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran untuk mendapatkan pertolongan," ungkapnya.
Pihak kepolisian bersama tenaga medis terus memantau kondisi para korban dan berharap tidak ada tambahan korban dengan kondisi yang lebih serius.
Ratusan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Dampak paling berat dari kebakaran ini dirasakan oleh ratusan keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal.
Banyak warga hanya bisa menyelamatkan pakaian yang melekat di badan ketika api mulai membesar dan melahap rumah mereka.
Tangis dan kepanikan mewarnai suasana di lokasi kebakaran. Sejumlah warga terlihat duduk di pinggir jalan sambil menyaksikan rumah mereka hangus dilalap api.
Bagi sebagian keluarga, rumah yang terbakar bukan sekadar bangunan, melainkan tempat mereka membangun kehidupan selama bertahun-tahun.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait kini mulai melakukan pendataan terhadap warga terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar mereka dapat segera terpenuhi.
Fokus Penanganan dan Evakuasi
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus berupaya memadamkan sisa kobaran api yang belum sepenuhnya terkendali.
Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Sementara itu, prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, memberikan layanan kesehatan bagi korban terdampak, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat bagi ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran permukiman terbesar yang terjadi di Jakarta Pusat dalam beberapa waktu terakhir dan menyisakan duka mendalam bagi warga Kebon Kosong yang harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan rumah mereka dalam hitungan jam.